RSS

20 years old


Kamis, 14 Agustus 2014
Rumah.

Selamat bertambah tua untuk diriku sendiri. Gak kerasa banget udah umur 20 Tahun. Tua banget yak. Udah jadi young adult ini.

Terima Kasih untuk ayah sama ibu udah besarin sampai umur segini. Pasti perjuangan banget. Setiap hari harus berhadapan sama anak yang kerasnya sama kayak batu ini. Terima kasih buat adik paling kece sedunia. Walaupun terkadang sifatmu yang sok dewasa lebih dewasa dari aku buat jengkel tetep syayang anget deh. *Sungkem ke ayah ibu*

Buat temen 5 tahun tak terpisahkan Cabe. Makasi udah jadi teman seneng maupun susah, tapi banyakan senengnya. Teman hedon paling joss juga. Teman uang juga. Teman ngelayap juga. Syayang kalian Cabe. *Kecup basah atu atu*

Buat teman kece dari kelas 2 SMA, Cece, Anggi, Peth, Catur. Teman bergosip paling hot. Teman bully juga. Muah pokoknya. 

Buat Menjangan Mencocit. Teman seperjuangan kuliah apalagi anak mencocitnya. Teman tugas teman galau teman apapun deh,

Makasi untuk semua doanya, *Cium atu atu*

Btw pernah lho kepikiran gak mau jadi besar. Pengen banget jadi kayak peterpan. Dia tetap kecil umur 9 tahun selama berpuluh-puluh tahun. Tapi setelah dipikir-pikir sekarang kalau gak tumbuh berarti meninggal dong. Kenapa aku milih umur 9 tahun kalau gak mau tumbuh? Menurutku umur 9 tahun itu anak masih polos tapi udah tau apapun. Jadi masih bisa bersenang-seneng gak takut dimarahin atau merasa malu. Enak kan. 

Apapun itu, terima kasih untuk semuanya. Terutama ayah sama ibu. 

Tuhan atau dia


Seseorang itu datang di waktu yang tepat. Dia menjadi teman sekaligus kakak yang memberi petuah kepada adiknnya. Tapi sayang orang itu bukan orang yang tepat. Benar, orang itu hanya datang diwaktu yang tepat, tapi orang itu bukan orang yang tepat.

Tuhan ingin mengujinya. Tuhan memberikan orang itu ketika sedang ada masalah. Tapi masalahnya orang itu berbeda. Iya berbeda. Perbedaan keyakinan yang membuat jarak. Benar Tuhan memberinya orang yang mempunyai keyakinan yang berbeda.

Tuhan ingin membuktikan seberapa kuat imannya ketika dihadapkan pada pilihan seperti ini. Dia sendiri sudah sadar. Bahkan otaknya mengatakan bahwa kalian berbeda. Tapi hatinya berkebalikan.

Mungkin ini pilihan yang berat. Dia hanya ingin kedua hal ini bersatu. Dia menginginkan Tuhannya dan juga orang itu. Tapi masalah ini hanya mempunyai 1 jawaban. Tuhannya atau orang itu.

Akhirnya dia lebih memilih Tuhannya. Dia paham bahwa Tuhan ingin mengujinya dan dia paham jika dia berhasil melewati ini Tuhan akan memberikan yang lebih baik dari oranv itu.

Copyright 2009 What's up with Bindi's brain? . All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates