RSS

Random


Apa untungnya buat kelian ketika temen kalian berkata "Wah gantengnya anak itu!" atau "Wah keren banget!" Apa gunanya coba? 

Banyak kok yang tanya emang gak tertarik sama lawan jenis? Ya saaallaammmm! Masih tertarik lah. Masih normal kok. Masih suka sama lawan jenis kok. Tapi gak sampai di beberin juga. Gak sampai "Aku mau dong sama dia" atau "Bantu dong biar bisa jadi sama dia". Gak sampai segitunya juga. 

Cukup aja di simpen di hati. Kali aja jadi walaupun diam-diam. Gak usah berkoar-koar. Emang bisa ya setelah berkata kayak gitu ke temen orang yang kita kagumi jadi suka atau sebaliknya. Nggak lah. Yang gitu mah cukup aja simpen di hati. Kalau udah deket gak apalah berkoar-koar. Kalau masih mengagumi cukup di hati aja oke. 

GJ


Kata ibu dia itu beruntung. Terlahir dari keluarga yang agamanya kuat dan orang tua yang pintar. Selain itu masa mudanya juga dia habiskan di luar negeri. Selai itu beliau juga bilang dia punya satu kelebihan. Ganteng. 

Oke percakapanpun berhenti dan aku sudah tahu arah mana percakapan ini berlanjut. 

Stubborn

Beberapa hari yang lalu ketika aku mengantar Ibu untuk perpanjangan masa STNK di sebuah mal, aku duduk disebelah seorang ibu muda. Dia membawa 2 orang anak. Yang satu masih belum bisa berjalan yang satu lagi mungkin berumur 2,5 tahun.

Saat si ibu muda itu menunggu gilirannya perpanjangan STNK, karena memang waktu itu sangat ramai, si anak yang paling besar itu melihat jam tangan yang kiosnya ada di depan Samsat. Tiba-tiba anak kecil itu datang ke ibunya dan merengek meminta dibelikan jam tangan. Aku yang dari tadi hanya diam mulai menggerutu karena tangisan anak kecil. 

Aku bilang ke Ibu, "Aduh bu, mamanya kok gak ngediemen anaknya e? Nangis terus itu lho berisik". Terus Ibu bilang, "biarin nanti lak diam sendiri a". Tiba-tiba si Ibu dari anak kecil itu mendekap anaknya dan berkata "Sini kamu, sekarang kamu istifgfar, di kamu itu banyak lho setannya, makanya nangis terus dari tadi, ayo istigfar". Si ibu menyuruh anaknya untuk beristigfar dan anaknya juga otomatis melakukan apa yang disuruh oleh ibunya. 

Beberapa setelah itu si anak mulai diam dan tidak merengek meminta jam lagi. Lalu si anak tiba-tiba tanya ke ibunya "Lho ma, mana setannya? Katanya tadi ada setan". Si ibu menjawab, "Udah pergi jauh setannya, udah gak ada, udah keliling lagi". 

Karena itu tiba giliran aku dan ibu harus perpanjangan jadi gak bisa ndengerin terus kata-kata anaknya. 

Ketika di mobil ibu bilang, "kamu dulu ya kayak gitu, lek minta itu harus sekarang ada". Aku dengan nada membela mengatakan "Tapi kan gak sampe nangis kayak gitu bu". Ibu malah bilang gini "Keras kepalamu sama kayak anak tadi, cuma mamanya tadi pintar, soalnya bisa di 'rem' sama istigfar dan aku dulu gak gituin kamu". Setelah ibu berkata seperti itu aku jadi merasa bersalah. 

Tapi aku tadi sudah ngerasa seperti bercermin. Mungkin aku seperti itu. Ketika meminta sesuatu harus ada saat itu juga. Mungkin kalau aku yang jadi ibunya aku sudah memarahi anaknya tapi beda dengan ibu yang tadi. Dia memberikan pengertian kepada anaknya. Salut tapi juga malu sama Ibu. 

For *


Buat kamu di manapun kamu berada karena setelah kemarin mungkin udah gak mungkin lagi ketemu. Tuhan selalu ada buat kamu. Semoga jalanmu untuk bisa jadi seseorang yang sukses diluar sana lancar. Aku hanya bisa mengatakannya di sini. Aku bahkan tidak tau apa-apa tentang kamu. Tapi aku berharap kamu bisa baik-baik saja. Yang rajin aja berdoa. Dan aku berdoa semoga bisa ketemu kamu lagi. Mungkin nggak di sini. Tapi mungkin saja Tuhan mempertemukan aku dan kamu di alam yang lain. Atau mungkin saja besok kita bisa bertemu. Yang penting kamu harus baik-baik aja oke.

Dini Aulia Cahya, The Best Soulmate I Ever Had

Postingan kali ini aku kasih khusus buat DINI AULIA CAHYA. My best soulmate i ever have kok. Bener-bener saudara kandung yang gak pernah kepisah. Aku gak pernah kepisah jauh-jauh sama anak ini. Sejauh apapun aku kepisah pasti masih di daerah Malang. Aku di rumah mama pun aku masih telfon Dini.

Walaupun wataknya jaauuhh beda sama aku kami masih saling berhubungan. Dini yang kalem, Dini yang berkepala dingin, Dini dengan cara memimpin apapun dengan tegas masih bisa jadi saudara sekaligus sahabat buat aku yang keras kepala, dengan emosi yang meluap-luap bila melihat hal salah sedikit dan akan tega mengumpat ke Dini bila dia melakukan kesalahan.

Entah dia merasa jengkal atau tidak. Aku kadang merasa kasihan dengan Dini. Walaupun usianya 2 tahun lebih muda tapi dia yang bersikap lebih dewasa di rumah. Mampu jadi wadah bila aku mencurahkan semua kekesalahanku.

Di sini aku akan bilang kalau aku benar-benar sayang sama Dini. Bahkan lebih sayang sama dia dari pada diri ku sendiri, yang pasti setelah Tuhan dan Orangtua. Aku akan rela melakukan apapun untuk dia. Aku bahkan akan rela bekerja kalau dia jadi masuk jurusan yang dia inginkan.

Aku sangaattt sayang dia. Yah walaupun malu mau ngungkapin di depannya. Dan untuk semua kekesalan yang aku tumpahkan untuk semua umpatan-umpatan yang aku beri ke Dini maaf ya. Bukannya aku gak suka ke kamu. Semoga di kelas 3 ini kamu bisa lancar sekolah. Bisa masuk jurusan yang kamu inginkan sejak lama. Gak usah mikirin yang aneh-aneh yang penting kamu sekolah. Yang mikirin semuanya ada ayah, ibu sama aku. Oke!

NB : Awas ya sampe gak masuk jurusan itu! Udah dibela-belain ini! :) 

####


May be words "It's not about style but it's about how fast you can run your car" it's truly false. How can you just say that the important thing is style and speed not safety? How dare you say that the soul can buy with money when you take off the soul from the body. 

I'm an Introvert


Aku sekarang ini sedang dalam masa pendewasaan diri. Yah bisa dibilang seperti itu. Aku sedang belajar bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Tapi aku mempunyai masalah yang besar. Aku adalah seorang yang introvert. Iya introvert. Aku bukan tipe orang yang akan berbicara ketika aku tidak butuh. 

Bagi kalian yang sudah dekat dengan aku mungkin sangat terbalik. Tapi itu benar. Aku mempunyai masalah ketika harus berbicara dengan banyak orang. Aku sangat gugup ketika disuruh mempresentasikan sesuatu di depan banyak orang. Aku bukannya tidak bisa dengan pekerjaan yang diberikan kepadaku. Tapi dengan karakter seperti itu apapun yang sudah aku siapkan apapun yang sudah aku hafalkan dalam sekejap langsung hilang. 

Mengerikan memang. Maka dari itu aku ingin bergabung dengan beberapa organisasi. Walaupun selama ini aku sudah sering ikut berbagai macam organisasi aku selalu diam ketika dimintai pendapat atau sedang berdiskusi tentang sesuatu. Padahal otakku mempunyai banyak ide untuk dituangkan. Setelah acara seperti itu selesai aku pasti akan merasa sangat menyesal. Aku akan selalu bilang pada diriku sendiri apa yang salah denganku. Kenapa juga aku tidak bisa berbicara. Kenapa tadi hanya diam saja. Ide segitu banyaknya bakalan kamu kemanain. 

Yah penyesalan macam itu yang selalu aku pikirkan. Aku tau konsekuensi apa yang akan aku tanggung ketika aku terlalu takut untuk berbicara dengan orang. Aku akan merasa kesulitan ketika melakukan berbagai macam wawancara. Ketika aku melakukan studi diluar atau melakukan studi dengan orang banyak aku akan mengalami banyak kesulitan. 

Parah memang. Sampai-sampai pernah lho sama orang tua disuruh iku kursus jadi penyiar radio biar bisa bicara sama orang lain. Karena hal itu juga aku sering lupa apa yang akan aku lakukan. Aku terlalu fokus memikirkan apa yang terjadi jadi lupa untuk memikirkan apa yang akan aku lakukan. 

Blog ini benar-benar membantu. Bisa mencurahkan semua apa yang tidak bisa aku tunjukan di depan orang lain. 

The Greatest Parent in The World


Postingan kali ini akan aku dedikasikan untuk orang tuaku. Aku bangga punya orang tua seperti beliau. Mereka memberikan apapun yang mereka punya dan mereka bisa untuk anaknya. Mereka bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan yang aku dan adik perlukan. 

Ibuku bukan seseorang yang mempunyai pendidikan tinggi dan ayahku bukan seorang pegawai dengan gaji di atas puluhan juta. Tapi dengan hal itu mendorong mereka untuk bekerja lebih keras. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuka usaha di tahun pertama pernikahan mereka pada tahun 1993. 

Usaha itu gak semulus sekarang. Mereka meminja modal dari banyak orang hingga mempunyai pinjaman di bank sampai puluhan juta rupiah. Modal utama klien kepada orang tuaku hanya satu kepercayaan. Karena hal itu mereka bekerja keras untuk menepati semua barang yang klien pesan. 

Puncak kesuksesan usaha beliau ketika awal tahun 2009. Banyak paket pekerjaan yang masuk dan banyak juga permintaan-permintaan peralatan berat. Karena waktu itu hanya mempekerjakan 4 orang termasuk ayah dan ibu mereka tampak kesusahan. Mulai membuat SPJ sendiri perencanaan keuangan hingga laporan pajak bulanan maupun tahunan mereka mengerjakan sendiri. Ketika barang datang pun mereka tidak bisa langsung mempercayakan orang untuk mengecek, mereka akan langsung turun tangan. Begitu pula ketika barang keluar. 

Dari selang waktu 10 tahun tersebut tahun itu adalah tahun yang paling sukses. Dari hasil berbagai paket pekerjaan tersebut beliau bisa naik haji berdua, membangun rumah manjadi lebih layak dan membelikan aku dan Dini sepeda satu-satu. Bukan hanya itu di bulan yang sama juga beliau juga membeli mobil baru untuk kebutuhan kerja. 

Sampai sekarang usaha yang ayah dan ibu rintas mulai besar. Usaha ini telah banyak menghidupi orang walau hanya di kalangan keluarga. Tapi itu sudah bisa membantu siapapun. 

Aku belajar banyak dari orang tuaku. Mereka bisa membesarkan anak-anaknya dengan baik hingga aku dan Dini bisa masuk ke sekolah yang kami inginkan. Beliau juga bisa menghidupi banyak orang dengan usahanya. Dan juga yang aku sangat salut walau ketika beliau sibuk dengan pergi keluar kota untuk cek barang beliau masih sempat memperhatikan anak-anaknya. Apakah anaknya sudah makan, sudah solat dan mengingatkan hal-hal kecil lainnya. Aku merasa sannggaatt banggaa mempunyai orang tua seperti mereka. 

May be the greatest parent in the world is my parent, Tn. Subandi dan Ny. Ninik Chotimah. Mungkin aku dan Dini tidak bisa memberikan kebahagiaan sebesar kalian memberikan kebahagiaan bagi kami. Mungkin juga apapun yang kami lakukan walaupun kami melakukannya dengan seluruh kekuatan yang kami punya nggak akan bisa menandingi apapun yang kalian berikan kepada kami. 

Semoga Tuhan selalu memberikan umur yang panjang agar beliau bisa melihat saya dan Dini menjadi orang yang sukses. Setidaknya memberikan senyuman termanis ketika melihat kami sukses menjalankan pekerjaaan yang kami lakukan. Dan kami masih membutuhka doa-doa kalian ketika kalian sedang bersimpuh menghadap-Nya. 

Copyright 2009 What's up with Bindi's brain? . All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates