Sejuta Masalah dan Pembelajaran
Mencari...
Kenapa bahas ini? Udah ngerasa tua? Udah kok udah. Udah mulai kepala 2. Udah harus mikir masa depannya mau di bawa kemana. Udah harus mikir PKL dimana, udah harus mikir lagi judul buat skripsi, dan udah harus mikir abis lulus mau masuk mana.
Susah ya jadi young adult. Iya susah. Apalagi gak punya pendamping. Ehhhh.
Udah 20 tahun, udah cocok nih jadi jomblo lapuk. Apalagi yang belum pernah pacaran sama sekali. Iya model kayak yang nulis ini. Upay banget gak sih. Gak kok gak. Kalau kata temen itu masih belum nemuin bentuk cinta. Masih belum nemuin seseorang buat ngerasa nyaman.
Iya masih belum nemu bentuknya cinta. Kayak bentuk LDR, bentuknya kayak sahabatan, bentuk yang kayak lagunya Tulus-Sepatu, atau bentuk yang kayak kakak-adik. Tapi aku, masih belum nemu bentuk yang waahh.
Untuk dekat seseorang aja takut, gimana mau nemu bentuk cinta. Baru deh ini upay. Iya upay, gak bisa deket sama seseorang. Kenal kok kenal. Tapi yah tapi.
Kalau kata temen itu cinta itu gak perlu dicari bentuknya. Ketika kamu menemukan seseorang yang pas, pasti bentuknya juga nemu. Perumpamaannya itu klo kita mau buat puding dengan macem-macem bentuk. Nah kita pasti buat adonan dulu kan, campur ini campur itu, masuk ini masuk itu. Dicicipin udah manis apa gak, udah enak apa gak. Baru deh adonan udah siap bentuknya mau diapain juga udah. Udah tinggal nyetak.
Agak ribet yak. Iya ribet. Buat adonannya aja udah ribet. Susah ahh susah. Udah gak usah aneh-aneh.
Beda lagi nih bentuk cinta menurut Tere Liye, tau kan penulis buku terkenal. Ini nih aku kasih salah satu cuplikan kalimat dari bukunya.
Jadi yah gak usah nyari bentuk cinta yang aneh-aneh. Pake cetakan yang aneh-aneh juga gak usah. Nanti kan juga ketemu sendiri. Udah biasa aja kali kalau ada masalah cinta-cinta. Gak perlu di yang waahh juga. Ini sih menurutku.
Kalau sekarang mikir aja gimana caranya cepet lulus trus nyari kerja trus nyenengin orang tua. Ahhh ini nih bentuk cinta yang gak aneh-aneh. Cinta sama Tuhan+Ortu. Ini bentuknya gak abstrak. Bentuknya tetep. hehehe.
ABD ohhh ABD
...
Kenapa aku lari dari seorang perampok karena aku hanya ingin menjaga dan melindungi apa yang telah aku miliki. Tapi kenapa berlarinya harus ke arah pembunuh karena seorang pembunuh bisa melindungiku dengan membunuh orang lain atau bisa juga pembunuh membunuh diriku.
Kenapa harus memilih bersembunyi dibalik pembunuh karena aku bisa menghancurkan diriku sendiri tanpa ada satupun barangku yang diambil dan hanya cukup aku sendiri saja korbannya. Harusnya bisa sajakan aku membiarkan barangku dicuri tanpa membunuh diriku sendiri. Iya bisa saja, Tapi aku akan merasa sangat bersalah bila pencuri tersebut merebut barang berharga tersebut.
Jadi aku cukup bersembunyi dengan seorang pembunuh tanpa melukai siapapun, Cukup aku saja yang terbunuh.
20 years old
Tuhan atau dia
Seseorang itu datang di waktu yang tepat. Dia menjadi teman sekaligus kakak yang memberi petuah kepada adiknnya. Tapi sayang orang itu bukan orang yang tepat. Benar, orang itu hanya datang diwaktu yang tepat, tapi orang itu bukan orang yang tepat.
Tuhan ingin mengujinya. Tuhan memberikan orang itu ketika sedang ada masalah. Tapi masalahnya orang itu berbeda. Iya berbeda. Perbedaan keyakinan yang membuat jarak. Benar Tuhan memberinya orang yang mempunyai keyakinan yang berbeda.
Tuhan ingin membuktikan seberapa kuat imannya ketika dihadapkan pada pilihan seperti ini. Dia sendiri sudah sadar. Bahkan otaknya mengatakan bahwa kalian berbeda. Tapi hatinya berkebalikan.
Mungkin ini pilihan yang berat. Dia hanya ingin kedua hal ini bersatu. Dia menginginkan Tuhannya dan juga orang itu. Tapi masalah ini hanya mempunyai 1 jawaban. Tuhannya atau orang itu.
Akhirnya dia lebih memilih Tuhannya. Dia paham bahwa Tuhan ingin mengujinya dan dia paham jika dia berhasil melewati ini Tuhan akan memberikan yang lebih baik dari oranv itu.
Inginnya sih
Ayah = Inspirasi
Cowok dan Sepeda
Sedikit kasihan juga sih kalau liat kayak gitu. Jadi keinget ada temen yang kayak gitu. Kemana-mana susah, kalau diajakin keluar sedikit susah karena gak ada sepeda. Jadi kita sebagai teman harus sadar gitu. Gak keberatan juga sih punya temen yang kayak gitu. Tapi dia nya yang pasti ngerasa sungkan. Mau jalan, nebeng ke mana-mana nebeng (ceritanya curhat sedikit, pernah kayak gitu).
Entahlah mau nulis apalagi. Aslinya sih masih banyak yang ada di kepala. Tapi kalau diterusin jadi sedikit gimana gitu. Jangan deh.
Maaf aku menulis tulisan ini bukan untuk mengejek atau merendahkan seseorang. Aku hanya impressed dengan seseorang.
Ini hanya seonggok cerita
Bosan kuliah
Ini ngeblog waktu makulnya mas Aryo. Iya dosen ketceh sefakultas. Kalah ditanya kenapa ngeblog di jam kuliah jawabnya udah bosen kuliah. Udah baca kan postingan sebelumnya. Kalah udah pasti udah tau.
Iya itu alasannya. Udah mulai muak sama kuliah. Udah bosen pakek banget. Ini otak sama badan udah penge rasanya di install ulang. Udah melemot ini kepalanya. Udah mulai berasap ini kepala.
Sudah sudah, udah terlalu sering mengeluhhh.
Apa iniiiii
Entah apa itu yang kurang. Tapi rasanya masih ada yang masih kurang, masih ada gimaannaa gitu. Aku gak tau gimana cara bilangnya. Tapi rasanya pingin aja punya sesuatu atau seseorang yang bisa memberikan semangat secara personal. Ehmm iya emang benar semua memberikan semangat secara personal tapi tapi ini beda.
Akkhh aku gak tau gimana nulisnya disini. Aku inginnyya punya seseorang yang lebih memberikan semangat. Yang kalau dia bilang sesuatu aku bisa semangat. Tapi walau dia gak bilang sesuatu kalau dia ada itu masih bisa kasih semangattt.
Ehmm sedikit alay dan norak emang. Tapi ini benerannn. Keren kan seonggok bindi bisa kayak gitu.
Ahhh sudahlah. Mungkin aku masih terlalu gila karena kuliah. Atau aku lagi mabuk.
Sudahlah postingan ini terlalu absurd. Gak patut buat diterusin.
Bye....
Semester Paling Matekes
Mimpi yang Aneh
"Oke, bila kau akan melakukan itu untukku, aku akan menjadi penunjuk jalanmu ketika kau tersesat dan aku akan menjadi tempatmu bersinggah ketika kau tidak mempunyai tujuan" aku berkata kepadanya.
Lalu tiba-tiba aku menangis dan seketika aku sudah berada di sebuah pusara seseorang.
"Kau belum memenuhi janjimu, bahkan aku belum melakukan apapun untukmu". Dan aku menangis.
Itu bukan dari naskah sebuah novel. Itu mimpiku. Iya mimpi. Kalian pasti tertawa dan berkata pasti anak ini terlalu sering melihat drama korea atau novel tentang romansa. Tidak, aku tidak pernah menyukai novel romansa, tapi ya aku sering melihat drama korea.
Tapi itu yang ada dikepalaku. Bahkan ketika aku terbangun, mataku sembab dan sesak. Iya sesak. Seperti aku telah kehilangan seseorang.
Kalian pasti bertanya-tanya siapa yang aku mimpikan. Jawabannya adalah aku tidak tau. Iya tidak tau. Jangan tanya bagaimana aku tidak walaupun itu mimpiku. Aku hanya tersadar ketika aku bangun sudah sembab.
Sedikit aneh memang. Aku bukan tipe orang yang akan memikirkan mimpi, bahkan aku bukan orang yang mempunyai mimpi ketika tidur. Tapi ini aneh sampai aku harus menangis dalam mimpiku.
Sudah lupakan oke. Mimpikan hanya bunga tidur.
COBLOS BRO!
Guru SD
Kali ini ngepost sambil ngerjain tugas di semester yang baru. Btw, semester ini baru berjalan 2 minggu tapi tugas udah kayak 1 bulan kuliah. Syedih bets.
Oke, jadi salah fokus. Marikpost. Mari kita ngepost.
Jadi ini ceritanya beberapa hari ngumpul sama ibu kedua alias Mama. Iya ibu ke-2 setelah ibu asli. Beliau adalah seorang guru Agama Islam di suatu SD negeri di daerah Lawang.
Gini ceritanya, waktu ngumpul dirumah, Ayah lagi mempersiapkan pemberkasan, gak tau pemberkasan apa lagi. Katanya penghargaan medali emas dari pemerintah karena sudah mengabdi menjadi guru selama 20-30 tahun lebih. Terus aku tanya ke mama, "Lho ma, gak iku pemberkasan kayak gitu?". Beliau menjawab, "Gak usah pemberkasan, udah ribet sama muridnya".
"Heem ma, keliatane susah jadi guru SD, gaji sama perjuangan e gak seimbang". Mama menjawab dengan menggebu-gebu, "Bukan masalah gajian e juga, murid e sama penghargaan dari pemerintah buat guru SD itu kurang. Coba wes bayangin, kamu mendidik anak mulai dari 0. Mulai dari dia gak bisa baca apa-apa sampai bisa baca. Apalagi kalau dia anaknya nakal, gurunya harus bisa mendidik gimana anak ini bisa disiplin".
"Berarti guru SD harus sabar yo ma?". "Heem, dan buat anak kelas 1-2 harus sama guru yang senior, kalau gak bisa-bisa guru-guru junior gak mau ngajar."
Setelah dikasih tau seperti itu langsung mikir harusnya guru SD itu jasanya lebih besar dari guru SMP sama SMA. Guru SD itu mendidik dari awal, menanamkan mainset-mainset yang sekarang kita punya, mengajar mulai dari kita gak bisa baca, nulis, dan berhitung jadi bisa semua. Guru SMP sama SMA tinggal meneruskan, menambahkan ilmu-ilmu yang lain.
Mama berarti orang yang sabar. Beliau udah lebih dari 20 tahun mengajar SD. Masih betah sampai sekarang. Kalau aku mungkin heemm entahlah udah aku tinggal buat hari pertama mengajar.
Untukk semua guru, terutama guru SD terima kasih. Berkat beliau semua kami jadi seperti ini. Kalau bukan karena beliau mungkin kita semua tidak ada yang bisa menulis, tidak ada yang bisa membaca dan tidak ada yang jadi ilmuwan hebat. Terima kasih atas kesabarannya.
Postingan ini aku dedikasikan untuk mamaku terinta dan juga untuk semua guru terutama guru SD se-Indonesia.









