Teman?
Posted in
Kamis, 20 Juni 2013
Hari ini aku lihat drama korea judulnya 49Days. Itu film bagus bener. Aku bisa mengambil beberapa makna dari film itu. Walaupun ceritanya sedikir ngaco, mellownya gak ketolongan dan berakhir sedih, tapi tetep aja bagus.
Jadi itu ceritanya ada orang yang seharusnya belum waktunya meninggal dia meninggal dan dia melakukan perjalanan 49 hari untuk bisa mendapatkan air mata dari orang terdekat kecuali orang tua dan kerabat agar dia bisa hidup lagi.
Selama di perjalanan 49 harinya itu dia menggunakan tubuh seorang perempuan yang tak lain adalah kakaknya sendiri. Tapi selama perjalanan itu juga dia juga dibantu oleh seseorang yang merupakan pacar kakaknya.
Dalam mencari air mata itu dia menemukan keburukan dari sahabat yang selalu bersama dia dan juga tunangannya. Dari situlah aku bisa mengambil kesimpulan dan makna yang ada di cerita itu.
Aku mulai berpikir apakah ketika aku nanti meninggal hanya ada ayah, ibu sama dini yang bersedih atau mereka sama sekali tidak sedih ketika aku meninggal. Apakah orang-orang yang selama ini aku anggap sebagai teman akan bersedih atau hanya air mata buatan saja yang mereka keluarkan atau lebih parah lagi mereka hanya akan diam diri ketika aku tidak ada. Aku juga berpikir apakah aku akan melakukan hal yang sama ketika salah satu temanku tidak ada.
Kadang aku berpikir apakah mereka berteman denganku hanya untuk memanfaatkan, kasihan atau mereka benar-benar tulus berteman. Ketika aku sendiri aku bahkan bisa berpikir lebih kejam dari pada itu. Aku ingin mereka bisa menjadi teman yang benar-benar teman bukan hanya sekedar ketika kita membutuhkan kita akan datang pada mereka atau sebaliknya.
Ibuku sering berkata "kamu itu jadi anak jangan nggantung sama orang terus, mereka gak akan selamanya sama kamu. Teman sih teman tapi mereka lebih tau batasnya ketimbang kamu!". Untuk kali ini aku benar-benar sangat setuju dengan ibu.
Mereka sangat tau batasan berteman. Aku sempat berpikir buruk tentang berteman. Tentang ketika mereka sudah tidak membutuhkan kita, ketika kita sudah tidak bisa apa-apa lagi dan ketika semua kekayaan kita membuat mereka menjadi musuh dalam selimut.
Bukannya hal itu tidak mungkin. Itu mungkin saja terjadi. Contohnya ketika kalian sakit keras dan temanmu tahu kalau kalian mempunyai barang mewah dan uang banyak. Mereka akan mencoba untuk lebih baik pada kalian dan ketika kalian meninggal mereka bisa mengambil sebagian dari harta kalian.
Aku tau kalau itu terlalu kejam dan aku tau itu sangat menyinggung. Tapi aku selalu berpikir dua arah. Teruatama aku berpikir ketika seseorang pertama kali kenal kamu dan dia sudah sangat baik ke kamu. Itu sangat mencurigakan. Semua yang dilakukannya pasti ada maksud. Dan sekali lagi aku akan berpikir ketika aku baru pertama kali kenal dengan seseorang.
Aku berharap semua teman yang aku punya akan tetap menjadi temanku. My real friend. Bukan ada saat aku senang saja tapi saat kita semua jatuh, merasakan pahit dan juga ketika kita merasakan manisnya hidup.
Sometimes, I feel that i the dumbest person in the world
Posted in
Rabu, 19 Juni 2013
I felt angry, i felt sad, i felt desperate, i felt fool, and i felt happy in the same time. I hate being like this. It feels like i can't control my emotion. I hate have this feeling. I felt that i crazy people. Talk about something that can't happen. Something that just in my dream.
Kesalahan
Posted in
Selasa, 18 Juni 2013
Kayaknya kekuranganmu emang gak bisa bersyukur. Bukannya bersyukur dikasih kayak gitu eh malah nyacat. Sadar dong Bin. Semua orang itu punya kekurangan dan kita harus nerima. Bukan kayak tadi.
I felt ...
Posted in
Senin, 17 Juni 2013
Bukan ini yang ingin aku rasakan. Bukannya yang kayak gini. Tapi yang biasa. Yang normal. Gak ada acara kalo ketemu takut, kalau apa takut, takut kalau ketemu di tempat umum. Dan itu lebih parah. Aku gak suka kayak gini. Kalau gini seperti bukan menjadi "NINDI" yang sesungguhnya. Bukannya aku menjadi bebas tapi aku malah menjadi tertekan gak karu-karuan. I feet like i see the same person in everywhere and it makes me crazy. Tetap tenang aja deh. Apapun tenang. Oke :)
Puber?
Posted in
Kamis, 13 Juni 2013
Hallo, Kali ini kotaku benar-benar dingin. Hampir setiap hari hujan. Meskipun berhenti hujan untuk beberapa hari mendung masih bergelayutan di atas kota ini.
Aku masih bingung dengan apa yang aku alami. Aku sedikit merasa bahwa setiap orang yang aku kenal, aku temui dan yang baru mengenal menarik diri dari aku. Atau aku yang menarik diri dari kehidupan sosial. Padahal pada tahap ini harusnya aku mempunyai banyak teman dan memperluas pergaulan. Tapi ini. Ehhmm. Atau mungkin ini sindrom puber. Gak taulah. Mungkin aku saja yang menarik diri.
Langganan:
Postingan (Atom)






