RSS

Gagal


Mungkin mereka jarang terjatuh. Walaupun terjatuh tidak pernah sesakit itu. Aku pernah berkali-kali terjatuh. Bukan maksud sombong atau membesarkan diri di sini. Aku mungkin satu-satunya orang ambisius yang sering terjatuh. 

Pertama kali terjatuh adalah ketika peralihan dari SMP ke SMA. Itu nyesek. Dengan nilai, yang mungkin menurutku rendah, aku hanya bisa masuk SMA itu bukan SMA yang aku inginkan. Yang kedua mungkin ini waktu dari SMA ke kuliah. Pernah ketolak beasiswa. Ketolak undangan. Ketolak di universitas yang di mau. Institut yang dipengenin malah cuma nyaring anak di kalangan tertentu. 

Gagal disemua hal yang diinginkan. Mungkin hanya sedikit yang pernah. Tapi untuk kali ini aku gak akan menyerah. Apapun itu. Walaupun harus bolos kuliah. Entahlah, mungkin orang lain akan bilang itu gila. Tapi tidak untukku. Aku sudah kehilangan banyak kesempatan. Tapi kali ini tidak. 

Mungkin selain itu, dari semuanya aku paling menyesal gagal masuk renang pada SD. Yah itu menghilangkan semua kesempatan emas yang ada. Coba gak berhenti secepat itu. Coba gak pernah nyerah. Yaahhhhhhh. 

The Second Time I met 'HIM'


AAHHHHHHHHHH!

Ketemu lagi. Ini benar-benar gila. Dan aku menyapa. Aku tersenyum dan mengatakan "Hai!". Gilakan. Walaupun aku gak tau apa yang aku suka dari dia. 

Aku berani taruhan dengan diriku sendiri. Setelah selesai kelas sabtu ini, aku pasti akan melupakan siapapun di kelas itu. Kalau ketemu pasti aku juga sudah lupa siapa dia. Bukannya sombong. Tapi pasti itu. Semua orang setelah selesai kelas, kalau seumpama gak satu kelas lagi dia pasti melupakan.

Unexpected meeting


Aku lupaaaa. Aku bertemu dengan orang yang benar-benar tidak aku sangka aku bertemu. Hari itu aku bertemu dengannya. Lebih tepatnya rabu. 

Hari itu aku punya jadwal kelas di RKB dan dia entah dari mana ada di gajebo perpustakaan. Aku duduk di gajebo perpustakaan itu menunggu salah satu temanku. Setelah sesi menunggu selesai aku menuju ke rektorat, 'numpang' sholat di sana. 

Tidak disangka, dia juga berjalan ke arah rektorat sambil berkutat dengan hpnya. Aku ingin menyapa tapi tapi gak bisa. 

Yah bagi kalian yang mengikuti blog ini dari awal pasti tau kenapa aku tidak bisa menyapa. Aku benar-benar ingin menyapa atau setidaknya berkata 'hai', tapi itu benar-benar susah. 

Oh ya dia itu teman satu kelas les di EF. Masih baru kenal mungkin 1 bulan yang lalu. Seumur-umur les di EF, aku tidak pernah bertemu dengan temanku sekelas diluar jadwal les. Dan kali ini aku bertemu dengannya di kampus. Kebetulan yang sangat keren. 

Padahal aku sebenarnya ingin bertemu sama mas yang ada di kelasku yang dulu. Walaupun aku tau diri, mas itu angkatan tua. Bahkan bisa dibilang hampir lulus. Dan aku masih baru. Jadi kesimpulannya sudah sangat jelas presentase bertemu sangat sedikit. Sampai detik ini pun aku masih berharap bertemu mas itu. Padahal masnya asli kota ini, tapi coret alias 

Kembali lagi ke dia, yang namanya takkan kusebut di sini. Saat hari sabtu les berasa awkward sendiri. Entah karena aku tau dia teman sekelas tapi gak nyapa waktu ketemu atau hanya perasaanku saja. Padahal dia juga biasa. Dan lama kelamaan juga biasa. 

Yah walaupun aku bukan bertemu sama orang yang diharapkan, bertemu sama yang lain juga senang kok. Walaupun gak bisa nyapa. 

Blog


Mungkin untuk kali ini aku setuju dengan seonggok novel. Dalam novel itu dituliskan saat ini blog sudah seperti diary elektronik yang bisa diakses oleh seluruh orang di muka bumi ini. Aku 100% sanggaaattt setuju. 

Blog sekarang sudah seperti diary. Tempat sampah bagi seseorang untuk menumpahkan semua emosinya. Tempat sampah bagi orang yang lebih senang membuang semua perasaan negatifnya di sini. Mungkin ada baiknya juga. Tapi itu sedikit mengerikan. 

Tapi satu hal. Aku termasuk orang yang memanfaatkan semua teknologi 'diary' ini untuk melampiaskan pikiranku. Berpikiran negatif dan disimpan dalam hati sendiri itu bagai menyimpan tumpukan sampah dan suatu saat akan pecah dan menimbulkan bau yang sangat tidak sedap. Makanya pikiran negatif itu lebih enak ditumpahkan di sini.

Mungkin kata novel itu blog itu 'safe zone'-nya makhluk seperti itu. Tidak ada yang perlu ditakutkan bila seseorang hanya membaca atau mungkin mengomentari semua tulisan. Kita tidak terlihat di 'safe zone' ini. Separah-parahnya di sini, mungkin hanya kehilangan pembaca atau menerima komentar dengan nada sinis. Itu tidak penting. 

Di Indonesia saja masih belum ada undang-undang yang membatasi penggunaan 'diary' ini. Kita bisa menggunakan kata apapun di sini. Mulai pujian-pujian selangit atau mungkin makian-makian yang sebenarnya kita tujukan pada seseorang di dunia nyata. 

Aku sangat bersyukur hidup di jaman ini. Bisa melakukan atau bahkan merasakan dengan teknologi macam ini. Tidak perlu terlihat ketika kita sedang merasakan sesuatu. Hanya perlu membukanya dan menulis di lembaran kosong ini. 

Terima kasih untuk siapapun yang membuat teknologi ini. Sangat-sangat membantu. 

NB : Aku ingin setidaknya ada 1 komentar di setiap postingan blogku. Walaupun tanpa komentar aku juga senang :) 

"more less you know, more better"


Aku pernah membaca sebuah buku dan kalimat yang paling aku suka adalah "semakin sedikit yang kamu tau akan semakin bagus". Aku percaya dengan kata-kata itu. 

Manusia itu tidak akan pernah membuka 100 persen semua kehidupannya pada orang lain. Terkadang pada orang tua pun mereka akan membicarakan setidaknya 50 persen kehidupan mereka yang sebenarnya. Bahkan ada diantara mereka yang hanya terbuka sekitar 35 persen kehidupannya kepada orang tua mereka. 

Begitu juga dengan diriku sendiri. Aku sangat-sangat tidak tertarik dengan masalah orang lain. Aku sangat memegang teguh apa yang namanya 'sedikit tau'. Aku merasa semakin sedikit aku atu maka aku tidak akan terjerumus dalam kehidupan orang lain. 

Aku sendiri akan membuka ceritaku disini hanya mungkin 5 persen dari kehidupan asli. Dan membuka kepada yang lain sekitar 10 persen. Membagi cerita kepada yang lain bukan hal yang istimewa. Semakin mereka banyak tau makan jalur privasi akan semakin tipis. 

Semakin merasa bodoh dan hidup normal dengan kebanyakan orang akan membuat semakin terlihat 'biasa'.

KOIN

Mungkin aku baru sadar tentang satu hal. Manusia itu bagai kepingan uang logam. Mempunya 2 sisi yang berbeda. Setiap sisi memiliki sifat yang benar-benar sangat berbeda. Dan aku sendiri tidak tau aku ini berada pada sisi yang mana. 

Dari sudut pandangku mungkin aku berada di tengah 2 sisi tersebut. Pada saat tertentu aku bisa berada di sisi yang mungkin baik dan saat tertentu juga aku berada di sisi yang lain. Hanya beberapa orang yang tau aku berada di sisi mana saat tertentu. 

Bahkan mungkin kalian yang mengenalku tidak tau aku berada di sisi mana saat bersama kalian. Mungkin saja aku berada di sisi baik atau sebaliknya. Atau lebih parahnya lagi kalian mungkin tidak tau kalau aku atau diri kalian sendiri memiliki 2 sisi. 


Copyright 2009 What's up with Bindi's brain? . All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates