Beberapa hari ini masih dalam mood yang buruk. Semua kicauan di twitter pake bahasa inggris dan kata-kata kasar semua. Dan di sini aku menulis sampah kayak gini. Bener-bener parah. Banyak sih yang ingin di tulis tapi masih beluum isa di keluarkan
Jalan Hidup
Posted in
Jumat, 23 Agustus 2013
Beberapa minggu yang lalu, aku bertemu dengan salah satu teman yang sudah tidak pernah lagi bertemu. Aku bertemu dengannya di salah satu theme park di kota ini. Ketika aku bertemu dengannya dia dalam keadaan sedang menggendong seorang bayi kecil. Bayi mungil ini tertidur pulas di pelukan temanku. Ketika menyapanya kalimat pertama yang ada di pikiranku adalah 'Keren, di umur segini sudah punya anak'. Disaat aku bertemu dengannya aku masih berlarian dengan sepupu-sepupuku yang umurnya jauh di bawah aku. Aku seperti seorang anak kecil dan dia seperti seorang ibu yang harus menjaga anaknya padahal umur kami sama.
Coba bandingkan. Di umur yang sangat muda itu aku masih berlarian untuk menaiki semua wahana di theme park tersebut dan dia diam dengan mengurus anaknya yang masih mungil tersebut. Selain itu, ketika seorang seumur aku bermain pasti dia hanya memikirkan berapa uang yang harus aku keluarkan untuk masuk dan mainan apa saja yang ingin aku mainkan di sana. Beda dengan dia, pasti dia akan berpikir "Ah kalau aku naik itu siapa yang akan mengurus dia" atau ketika duduk si bayi tiba-tiba menangis mungkin dia akan berpikir bagaimana si bayi akan berhenti, mungkin dia lapar atau mungkin saja dia buang air besar atau kencing.
Di saat hari-hari normal aku akan berpikir bagaimana tugas kuliahku, bagaimana menghendle uang jajanku dan bagaimana aku mendapat kelas yang enak ketika aku mengambil mata kuliah. Beda lagi dengan dia. Dia pasti berpikir bagaimana memilah-milah waktu untuk masak, mengurus bayi, dan melakukan berbagai macam tugas rumah. Dan yang paling membingungkan dia pasti berpikir bagaimana mendapat uang untuk membeli susu.
Ya umur kami memang sama tapi pemikiran kami sudah sangat sangat sangat berbeda. Aku hanya akan memikirkan diriku sendiri dan dia sudah memikirkan 2 orang, suami dan anaknya. Aku berpikir mungkin itu jalan hidupnya. Dan jalan hidupku diatur dengan sangat berbeda. Aku akan hidup berkutat dengan banyak orang dan buku dia akan berkutat dengan suami dan anaknya.
Langganan:
Postingan (Atom)






