RSS

Doraemon~


Terkadang butuh juga sosok doraemon di dunia nyata. Iya doraemon. Bukan pacar. 

Kalau ada doraemon semua hal ajaib itu bisa terjadi. Bukan juga Tuhan gak bisa membuat sesuatu yang ajaib. Tapi ini lebih tentang imajinasi. 

Ketika aku mempunyai doraemon, hal pertama yang aku lakukan adalah melihat bagaimana masa depanku. Iya masa depan. Kayak 8 tahun lagi aku akan bekerja seperti apa. Aku akan berubah seperti apa. Kayak berubah lebih cantik atau lebih seksi gitu. 

Yang lebih penting aku bekerja di negara mana. Aku sangat penasaran. 

Kenapa pendamping hidup gak masuk juga di situ? 

Kenapa ya? Ehhmm susah juga. Karena lagi gak mau mikirin itu. Lagi gak mau mikirin sampai dengan siapa aku nanti. 

Mungkin untuk wanita normal, ketika mereka mempunyai doraemon hal pertama yang mereka lakukan adalah dengan siapa mereka kelak. Bagaimana kehidupan dengan seseorang itu. 


Random lagi


Sedatar apapun kehidupan orang tetap aja kayaknya dataran aku. Walaupun ada beberapa kejadian yang gak bakalan aku tulis di sini, tapi yaahh tetap aja. Entahlah apa yang membuat kehidupanku satu tingkat lebih datar dari semua orang. 

Walaupun kalau ditulis di sini semua, ada juga kejadian yang nakal. Ada juga kejadian yang sedikit, ehhm lebih tepatnya sangat, memalukan. Tapi menurutku itu hal biasa ._. 

Karena itu isinya blog ini cuma sebagai pengingat hal yang menurutku satu tingkat lebih meriah dari kehiduapan yang sebelumnya. 

Iya cuma naik satu tingkat. 

Gak keren banget coba. 

Tapi menurutku keren kok. Apapun itu tetap keren. 

JOMBLO


Setelah sekian lama udah gak buka blog lagi. Akhirnya dibuka juga. Udah berdebu ini blog dan udah banyak rumahnya spidermen di sini. Iya spidermen. 

Hari ini, waktu yang biasanya masih berkutat dengan laporan-laporan yang sedikit melelahkan, aku meluangkan waktuku untuk sedikit membua coretan di blog ini. 

Yaelaahhh, bahasanya berat banget.

Hari ini mencoba untuk blogwalking dan aku menemukan satu, yang bisa dibilang menarik, diantara 5 blog yang aku kunjungi. Blog ini sedikit ehhmm rasis. Iya rasis. Bukan rasis yang jelek-jelekin satu suku atau ras, bukan itu. Tapi rasis sama yang namanya suku Jomblo. 

Merasa dirinya JOMBLO jadi kesinggung. 

Isinya tuh ya ngenes. Lebih ngenes ketika ngempet pup yang gak bisa keluar tapi perut udah sakit gak karuan. Kenapa aku bilang ngenes? Soalnya penulis itu berasa orang yang paling sial karena dia JOMBLO. Iya sial. Kayak lagi kuis dadakan dan dosennya killer. 

Aku sebagai seorang jomblowati yang berbahagia sedikit gimanaaa gitu bacanya. Separah itukah menjadi seorang jomblo. 

Udahhh bilang aja situ juga ngenes. 

Bukan untuk menghibur diri sendiri sih. Tapi jomblo itu enak lho. Karena aku orangnya gak mau diatur sama orang lain jadi ya suka-suka aja. Bukan berarti jomblo itu GAK LAKU lho. 

Ada orang yang ngejomblo karena dia merasa mempunyai semuanya. Bagi cewek, kerena ini yang aku rasain, ketika dia bisa melakukan apapun yang bisa dilakukan anak cowok dia gak bakalan nyari cowok. Sekadar untuk berpikir aku ingin punya pacar aja nggak. 

Ada juga nih yang ngejomblo karena pasangan lawan jenisnya lebih dominan. Kayak gajah. Iya binatang gajah berbelalai panjang. Betinanya akan memimpin kelompok untuk berpindah tempat dan dia akan memilih pejantan yang benar-benar tangguh. Ya kayak gitu perumpamaannya. 

Karena aku cewek, aku akan kasih contoh yang lebih manusiawi. Kalau ada cewek yang udah kaya, punya mobil, mandiri dan juga pintar pasti lawan jenisnya sedikti takut dong. Kalau ada cowok yang 'lebih rendah' dari dia pasti malu dan si cewek bakalan milih yang lebih dari dia. 

Dan satu lagi ini yang biasanya terjadi sama cewek. Kalau mereka udah kapok sama percintaan, mereka bakal memilih jadi jomblo dulu dengan batas waktu tertentu. Atau cewek yang punya trauma karena sesuatu dia lebih memilih jadi jomblo dari pada terikat hubungan sama seseorang. 

Kalau dari tulisan di atas sih jadi jomblo itu bukan karena gak laku. Tapi ada faktor lain selain itu. Jadi jomblo itu juga enak kok. 

Jomblo itu suatu kebebasan. Kayak Indonesia abis bebas dari penjajahan gitu. Kita bisa mengeksplor diri kita sendiri. Menikmati waktu dengan diri kita sendiri. Dan yang paling penting jomblo itu gak selamanya SENDIRI. Seonggok jomblo juga punya orang tua dan teman yang bisa diajak main. 

Walau jadi JOMBLO gak usah ngenes-ngenes banget deh. Masih ada hal lain yang bisa dilakuin selain punya pacar. 

Gagal


Mungkin mereka jarang terjatuh. Walaupun terjatuh tidak pernah sesakit itu. Aku pernah berkali-kali terjatuh. Bukan maksud sombong atau membesarkan diri di sini. Aku mungkin satu-satunya orang ambisius yang sering terjatuh. 

Pertama kali terjatuh adalah ketika peralihan dari SMP ke SMA. Itu nyesek. Dengan nilai, yang mungkin menurutku rendah, aku hanya bisa masuk SMA itu bukan SMA yang aku inginkan. Yang kedua mungkin ini waktu dari SMA ke kuliah. Pernah ketolak beasiswa. Ketolak undangan. Ketolak di universitas yang di mau. Institut yang dipengenin malah cuma nyaring anak di kalangan tertentu. 

Gagal disemua hal yang diinginkan. Mungkin hanya sedikit yang pernah. Tapi untuk kali ini aku gak akan menyerah. Apapun itu. Walaupun harus bolos kuliah. Entahlah, mungkin orang lain akan bilang itu gila. Tapi tidak untukku. Aku sudah kehilangan banyak kesempatan. Tapi kali ini tidak. 

Mungkin selain itu, dari semuanya aku paling menyesal gagal masuk renang pada SD. Yah itu menghilangkan semua kesempatan emas yang ada. Coba gak berhenti secepat itu. Coba gak pernah nyerah. Yaahhhhhhh. 

The Second Time I met 'HIM'


AAHHHHHHHHHH!

Ketemu lagi. Ini benar-benar gila. Dan aku menyapa. Aku tersenyum dan mengatakan "Hai!". Gilakan. Walaupun aku gak tau apa yang aku suka dari dia. 

Aku berani taruhan dengan diriku sendiri. Setelah selesai kelas sabtu ini, aku pasti akan melupakan siapapun di kelas itu. Kalau ketemu pasti aku juga sudah lupa siapa dia. Bukannya sombong. Tapi pasti itu. Semua orang setelah selesai kelas, kalau seumpama gak satu kelas lagi dia pasti melupakan.

Unexpected meeting


Aku lupaaaa. Aku bertemu dengan orang yang benar-benar tidak aku sangka aku bertemu. Hari itu aku bertemu dengannya. Lebih tepatnya rabu. 

Hari itu aku punya jadwal kelas di RKB dan dia entah dari mana ada di gajebo perpustakaan. Aku duduk di gajebo perpustakaan itu menunggu salah satu temanku. Setelah sesi menunggu selesai aku menuju ke rektorat, 'numpang' sholat di sana. 

Tidak disangka, dia juga berjalan ke arah rektorat sambil berkutat dengan hpnya. Aku ingin menyapa tapi tapi gak bisa. 

Yah bagi kalian yang mengikuti blog ini dari awal pasti tau kenapa aku tidak bisa menyapa. Aku benar-benar ingin menyapa atau setidaknya berkata 'hai', tapi itu benar-benar susah. 

Oh ya dia itu teman satu kelas les di EF. Masih baru kenal mungkin 1 bulan yang lalu. Seumur-umur les di EF, aku tidak pernah bertemu dengan temanku sekelas diluar jadwal les. Dan kali ini aku bertemu dengannya di kampus. Kebetulan yang sangat keren. 

Padahal aku sebenarnya ingin bertemu sama mas yang ada di kelasku yang dulu. Walaupun aku tau diri, mas itu angkatan tua. Bahkan bisa dibilang hampir lulus. Dan aku masih baru. Jadi kesimpulannya sudah sangat jelas presentase bertemu sangat sedikit. Sampai detik ini pun aku masih berharap bertemu mas itu. Padahal masnya asli kota ini, tapi coret alias 

Kembali lagi ke dia, yang namanya takkan kusebut di sini. Saat hari sabtu les berasa awkward sendiri. Entah karena aku tau dia teman sekelas tapi gak nyapa waktu ketemu atau hanya perasaanku saja. Padahal dia juga biasa. Dan lama kelamaan juga biasa. 

Yah walaupun aku bukan bertemu sama orang yang diharapkan, bertemu sama yang lain juga senang kok. Walaupun gak bisa nyapa. 

Blog


Mungkin untuk kali ini aku setuju dengan seonggok novel. Dalam novel itu dituliskan saat ini blog sudah seperti diary elektronik yang bisa diakses oleh seluruh orang di muka bumi ini. Aku 100% sanggaaattt setuju. 

Blog sekarang sudah seperti diary. Tempat sampah bagi seseorang untuk menumpahkan semua emosinya. Tempat sampah bagi orang yang lebih senang membuang semua perasaan negatifnya di sini. Mungkin ada baiknya juga. Tapi itu sedikit mengerikan. 

Tapi satu hal. Aku termasuk orang yang memanfaatkan semua teknologi 'diary' ini untuk melampiaskan pikiranku. Berpikiran negatif dan disimpan dalam hati sendiri itu bagai menyimpan tumpukan sampah dan suatu saat akan pecah dan menimbulkan bau yang sangat tidak sedap. Makanya pikiran negatif itu lebih enak ditumpahkan di sini.

Mungkin kata novel itu blog itu 'safe zone'-nya makhluk seperti itu. Tidak ada yang perlu ditakutkan bila seseorang hanya membaca atau mungkin mengomentari semua tulisan. Kita tidak terlihat di 'safe zone' ini. Separah-parahnya di sini, mungkin hanya kehilangan pembaca atau menerima komentar dengan nada sinis. Itu tidak penting. 

Di Indonesia saja masih belum ada undang-undang yang membatasi penggunaan 'diary' ini. Kita bisa menggunakan kata apapun di sini. Mulai pujian-pujian selangit atau mungkin makian-makian yang sebenarnya kita tujukan pada seseorang di dunia nyata. 

Aku sangat bersyukur hidup di jaman ini. Bisa melakukan atau bahkan merasakan dengan teknologi macam ini. Tidak perlu terlihat ketika kita sedang merasakan sesuatu. Hanya perlu membukanya dan menulis di lembaran kosong ini. 

Terima kasih untuk siapapun yang membuat teknologi ini. Sangat-sangat membantu. 

NB : Aku ingin setidaknya ada 1 komentar di setiap postingan blogku. Walaupun tanpa komentar aku juga senang :) 

"more less you know, more better"


Aku pernah membaca sebuah buku dan kalimat yang paling aku suka adalah "semakin sedikit yang kamu tau akan semakin bagus". Aku percaya dengan kata-kata itu. 

Manusia itu tidak akan pernah membuka 100 persen semua kehidupannya pada orang lain. Terkadang pada orang tua pun mereka akan membicarakan setidaknya 50 persen kehidupan mereka yang sebenarnya. Bahkan ada diantara mereka yang hanya terbuka sekitar 35 persen kehidupannya kepada orang tua mereka. 

Begitu juga dengan diriku sendiri. Aku sangat-sangat tidak tertarik dengan masalah orang lain. Aku sangat memegang teguh apa yang namanya 'sedikit tau'. Aku merasa semakin sedikit aku atu maka aku tidak akan terjerumus dalam kehidupan orang lain. 

Aku sendiri akan membuka ceritaku disini hanya mungkin 5 persen dari kehidupan asli. Dan membuka kepada yang lain sekitar 10 persen. Membagi cerita kepada yang lain bukan hal yang istimewa. Semakin mereka banyak tau makan jalur privasi akan semakin tipis. 

Semakin merasa bodoh dan hidup normal dengan kebanyakan orang akan membuat semakin terlihat 'biasa'.

KOIN

Mungkin aku baru sadar tentang satu hal. Manusia itu bagai kepingan uang logam. Mempunya 2 sisi yang berbeda. Setiap sisi memiliki sifat yang benar-benar sangat berbeda. Dan aku sendiri tidak tau aku ini berada pada sisi yang mana. 

Dari sudut pandangku mungkin aku berada di tengah 2 sisi tersebut. Pada saat tertentu aku bisa berada di sisi yang mungkin baik dan saat tertentu juga aku berada di sisi yang lain. Hanya beberapa orang yang tau aku berada di sisi mana saat tertentu. 

Bahkan mungkin kalian yang mengenalku tidak tau aku berada di sisi mana saat bersama kalian. Mungkin saja aku berada di sisi baik atau sebaliknya. Atau lebih parahnya lagi kalian mungkin tidak tau kalau aku atau diri kalian sendiri memiliki 2 sisi. 


Random


Apa untungnya buat kelian ketika temen kalian berkata "Wah gantengnya anak itu!" atau "Wah keren banget!" Apa gunanya coba? 

Banyak kok yang tanya emang gak tertarik sama lawan jenis? Ya saaallaammmm! Masih tertarik lah. Masih normal kok. Masih suka sama lawan jenis kok. Tapi gak sampai di beberin juga. Gak sampai "Aku mau dong sama dia" atau "Bantu dong biar bisa jadi sama dia". Gak sampai segitunya juga. 

Cukup aja di simpen di hati. Kali aja jadi walaupun diam-diam. Gak usah berkoar-koar. Emang bisa ya setelah berkata kayak gitu ke temen orang yang kita kagumi jadi suka atau sebaliknya. Nggak lah. Yang gitu mah cukup aja simpen di hati. Kalau udah deket gak apalah berkoar-koar. Kalau masih mengagumi cukup di hati aja oke. 

GJ


Kata ibu dia itu beruntung. Terlahir dari keluarga yang agamanya kuat dan orang tua yang pintar. Selain itu masa mudanya juga dia habiskan di luar negeri. Selai itu beliau juga bilang dia punya satu kelebihan. Ganteng. 

Oke percakapanpun berhenti dan aku sudah tahu arah mana percakapan ini berlanjut. 

Stubborn

Beberapa hari yang lalu ketika aku mengantar Ibu untuk perpanjangan masa STNK di sebuah mal, aku duduk disebelah seorang ibu muda. Dia membawa 2 orang anak. Yang satu masih belum bisa berjalan yang satu lagi mungkin berumur 2,5 tahun.

Saat si ibu muda itu menunggu gilirannya perpanjangan STNK, karena memang waktu itu sangat ramai, si anak yang paling besar itu melihat jam tangan yang kiosnya ada di depan Samsat. Tiba-tiba anak kecil itu datang ke ibunya dan merengek meminta dibelikan jam tangan. Aku yang dari tadi hanya diam mulai menggerutu karena tangisan anak kecil. 

Aku bilang ke Ibu, "Aduh bu, mamanya kok gak ngediemen anaknya e? Nangis terus itu lho berisik". Terus Ibu bilang, "biarin nanti lak diam sendiri a". Tiba-tiba si Ibu dari anak kecil itu mendekap anaknya dan berkata "Sini kamu, sekarang kamu istifgfar, di kamu itu banyak lho setannya, makanya nangis terus dari tadi, ayo istigfar". Si ibu menyuruh anaknya untuk beristigfar dan anaknya juga otomatis melakukan apa yang disuruh oleh ibunya. 

Beberapa setelah itu si anak mulai diam dan tidak merengek meminta jam lagi. Lalu si anak tiba-tiba tanya ke ibunya "Lho ma, mana setannya? Katanya tadi ada setan". Si ibu menjawab, "Udah pergi jauh setannya, udah gak ada, udah keliling lagi". 

Karena itu tiba giliran aku dan ibu harus perpanjangan jadi gak bisa ndengerin terus kata-kata anaknya. 

Ketika di mobil ibu bilang, "kamu dulu ya kayak gitu, lek minta itu harus sekarang ada". Aku dengan nada membela mengatakan "Tapi kan gak sampe nangis kayak gitu bu". Ibu malah bilang gini "Keras kepalamu sama kayak anak tadi, cuma mamanya tadi pintar, soalnya bisa di 'rem' sama istigfar dan aku dulu gak gituin kamu". Setelah ibu berkata seperti itu aku jadi merasa bersalah. 

Tapi aku tadi sudah ngerasa seperti bercermin. Mungkin aku seperti itu. Ketika meminta sesuatu harus ada saat itu juga. Mungkin kalau aku yang jadi ibunya aku sudah memarahi anaknya tapi beda dengan ibu yang tadi. Dia memberikan pengertian kepada anaknya. Salut tapi juga malu sama Ibu. 

For *


Buat kamu di manapun kamu berada karena setelah kemarin mungkin udah gak mungkin lagi ketemu. Tuhan selalu ada buat kamu. Semoga jalanmu untuk bisa jadi seseorang yang sukses diluar sana lancar. Aku hanya bisa mengatakannya di sini. Aku bahkan tidak tau apa-apa tentang kamu. Tapi aku berharap kamu bisa baik-baik saja. Yang rajin aja berdoa. Dan aku berdoa semoga bisa ketemu kamu lagi. Mungkin nggak di sini. Tapi mungkin saja Tuhan mempertemukan aku dan kamu di alam yang lain. Atau mungkin saja besok kita bisa bertemu. Yang penting kamu harus baik-baik aja oke.

Dini Aulia Cahya, The Best Soulmate I Ever Had

Postingan kali ini aku kasih khusus buat DINI AULIA CAHYA. My best soulmate i ever have kok. Bener-bener saudara kandung yang gak pernah kepisah. Aku gak pernah kepisah jauh-jauh sama anak ini. Sejauh apapun aku kepisah pasti masih di daerah Malang. Aku di rumah mama pun aku masih telfon Dini.

Walaupun wataknya jaauuhh beda sama aku kami masih saling berhubungan. Dini yang kalem, Dini yang berkepala dingin, Dini dengan cara memimpin apapun dengan tegas masih bisa jadi saudara sekaligus sahabat buat aku yang keras kepala, dengan emosi yang meluap-luap bila melihat hal salah sedikit dan akan tega mengumpat ke Dini bila dia melakukan kesalahan.

Entah dia merasa jengkal atau tidak. Aku kadang merasa kasihan dengan Dini. Walaupun usianya 2 tahun lebih muda tapi dia yang bersikap lebih dewasa di rumah. Mampu jadi wadah bila aku mencurahkan semua kekesalahanku.

Di sini aku akan bilang kalau aku benar-benar sayang sama Dini. Bahkan lebih sayang sama dia dari pada diri ku sendiri, yang pasti setelah Tuhan dan Orangtua. Aku akan rela melakukan apapun untuk dia. Aku bahkan akan rela bekerja kalau dia jadi masuk jurusan yang dia inginkan.

Aku sangaattt sayang dia. Yah walaupun malu mau ngungkapin di depannya. Dan untuk semua kekesalan yang aku tumpahkan untuk semua umpatan-umpatan yang aku beri ke Dini maaf ya. Bukannya aku gak suka ke kamu. Semoga di kelas 3 ini kamu bisa lancar sekolah. Bisa masuk jurusan yang kamu inginkan sejak lama. Gak usah mikirin yang aneh-aneh yang penting kamu sekolah. Yang mikirin semuanya ada ayah, ibu sama aku. Oke!

NB : Awas ya sampe gak masuk jurusan itu! Udah dibela-belain ini! :) 

####


May be words "It's not about style but it's about how fast you can run your car" it's truly false. How can you just say that the important thing is style and speed not safety? How dare you say that the soul can buy with money when you take off the soul from the body. 

I'm an Introvert


Aku sekarang ini sedang dalam masa pendewasaan diri. Yah bisa dibilang seperti itu. Aku sedang belajar bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Tapi aku mempunyai masalah yang besar. Aku adalah seorang yang introvert. Iya introvert. Aku bukan tipe orang yang akan berbicara ketika aku tidak butuh. 

Bagi kalian yang sudah dekat dengan aku mungkin sangat terbalik. Tapi itu benar. Aku mempunyai masalah ketika harus berbicara dengan banyak orang. Aku sangat gugup ketika disuruh mempresentasikan sesuatu di depan banyak orang. Aku bukannya tidak bisa dengan pekerjaan yang diberikan kepadaku. Tapi dengan karakter seperti itu apapun yang sudah aku siapkan apapun yang sudah aku hafalkan dalam sekejap langsung hilang. 

Mengerikan memang. Maka dari itu aku ingin bergabung dengan beberapa organisasi. Walaupun selama ini aku sudah sering ikut berbagai macam organisasi aku selalu diam ketika dimintai pendapat atau sedang berdiskusi tentang sesuatu. Padahal otakku mempunyai banyak ide untuk dituangkan. Setelah acara seperti itu selesai aku pasti akan merasa sangat menyesal. Aku akan selalu bilang pada diriku sendiri apa yang salah denganku. Kenapa juga aku tidak bisa berbicara. Kenapa tadi hanya diam saja. Ide segitu banyaknya bakalan kamu kemanain. 

Yah penyesalan macam itu yang selalu aku pikirkan. Aku tau konsekuensi apa yang akan aku tanggung ketika aku terlalu takut untuk berbicara dengan orang. Aku akan merasa kesulitan ketika melakukan berbagai macam wawancara. Ketika aku melakukan studi diluar atau melakukan studi dengan orang banyak aku akan mengalami banyak kesulitan. 

Parah memang. Sampai-sampai pernah lho sama orang tua disuruh iku kursus jadi penyiar radio biar bisa bicara sama orang lain. Karena hal itu juga aku sering lupa apa yang akan aku lakukan. Aku terlalu fokus memikirkan apa yang terjadi jadi lupa untuk memikirkan apa yang akan aku lakukan. 

Blog ini benar-benar membantu. Bisa mencurahkan semua apa yang tidak bisa aku tunjukan di depan orang lain. 

The Greatest Parent in The World


Postingan kali ini akan aku dedikasikan untuk orang tuaku. Aku bangga punya orang tua seperti beliau. Mereka memberikan apapun yang mereka punya dan mereka bisa untuk anaknya. Mereka bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan yang aku dan adik perlukan. 

Ibuku bukan seseorang yang mempunyai pendidikan tinggi dan ayahku bukan seorang pegawai dengan gaji di atas puluhan juta. Tapi dengan hal itu mendorong mereka untuk bekerja lebih keras. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuka usaha di tahun pertama pernikahan mereka pada tahun 1993. 

Usaha itu gak semulus sekarang. Mereka meminja modal dari banyak orang hingga mempunyai pinjaman di bank sampai puluhan juta rupiah. Modal utama klien kepada orang tuaku hanya satu kepercayaan. Karena hal itu mereka bekerja keras untuk menepati semua barang yang klien pesan. 

Puncak kesuksesan usaha beliau ketika awal tahun 2009. Banyak paket pekerjaan yang masuk dan banyak juga permintaan-permintaan peralatan berat. Karena waktu itu hanya mempekerjakan 4 orang termasuk ayah dan ibu mereka tampak kesusahan. Mulai membuat SPJ sendiri perencanaan keuangan hingga laporan pajak bulanan maupun tahunan mereka mengerjakan sendiri. Ketika barang datang pun mereka tidak bisa langsung mempercayakan orang untuk mengecek, mereka akan langsung turun tangan. Begitu pula ketika barang keluar. 

Dari selang waktu 10 tahun tersebut tahun itu adalah tahun yang paling sukses. Dari hasil berbagai paket pekerjaan tersebut beliau bisa naik haji berdua, membangun rumah manjadi lebih layak dan membelikan aku dan Dini sepeda satu-satu. Bukan hanya itu di bulan yang sama juga beliau juga membeli mobil baru untuk kebutuhan kerja. 

Sampai sekarang usaha yang ayah dan ibu rintas mulai besar. Usaha ini telah banyak menghidupi orang walau hanya di kalangan keluarga. Tapi itu sudah bisa membantu siapapun. 

Aku belajar banyak dari orang tuaku. Mereka bisa membesarkan anak-anaknya dengan baik hingga aku dan Dini bisa masuk ke sekolah yang kami inginkan. Beliau juga bisa menghidupi banyak orang dengan usahanya. Dan juga yang aku sangat salut walau ketika beliau sibuk dengan pergi keluar kota untuk cek barang beliau masih sempat memperhatikan anak-anaknya. Apakah anaknya sudah makan, sudah solat dan mengingatkan hal-hal kecil lainnya. Aku merasa sannggaatt banggaa mempunyai orang tua seperti mereka. 

May be the greatest parent in the world is my parent, Tn. Subandi dan Ny. Ninik Chotimah. Mungkin aku dan Dini tidak bisa memberikan kebahagiaan sebesar kalian memberikan kebahagiaan bagi kami. Mungkin juga apapun yang kami lakukan walaupun kami melakukannya dengan seluruh kekuatan yang kami punya nggak akan bisa menandingi apapun yang kalian berikan kepada kami. 

Semoga Tuhan selalu memberikan umur yang panjang agar beliau bisa melihat saya dan Dini menjadi orang yang sukses. Setidaknya memberikan senyuman termanis ketika melihat kami sukses menjalankan pekerjaaan yang kami lakukan. Dan kami masih membutuhka doa-doa kalian ketika kalian sedang bersimpuh menghadap-Nya. 


Beberapa hari ini masih dalam mood yang buruk. Semua kicauan di twitter pake bahasa inggris dan kata-kata kasar semua. Dan di sini aku menulis sampah kayak gini. Bener-bener parah. Banyak sih yang ingin di tulis tapi masih beluum isa di keluarkan 

Jalan Hidup


Beberapa minggu yang lalu, aku bertemu dengan salah satu teman yang sudah tidak pernah lagi bertemu. Aku bertemu dengannya di salah satu theme park di kota ini. Ketika aku bertemu dengannya dia dalam keadaan sedang menggendong seorang bayi kecil. Bayi mungil ini tertidur pulas di pelukan temanku. Ketika menyapanya kalimat pertama yang ada di pikiranku adalah 'Keren, di umur segini sudah punya anak'. Disaat aku bertemu dengannya aku masih berlarian dengan sepupu-sepupuku yang umurnya jauh di bawah aku. Aku seperti seorang anak kecil dan dia seperti seorang ibu yang harus menjaga anaknya padahal umur kami sama.

Coba bandingkan. Di umur yang sangat muda itu aku masih berlarian untuk menaiki semua wahana di theme park tersebut dan dia diam dengan mengurus anaknya yang masih mungil tersebut. Selain itu, ketika seorang seumur aku bermain pasti dia hanya memikirkan berapa uang yang harus aku keluarkan untuk masuk dan mainan apa saja yang ingin aku mainkan di sana. Beda dengan dia, pasti dia akan berpikir "Ah kalau aku naik itu siapa yang akan mengurus dia" atau ketika duduk si bayi tiba-tiba menangis mungkin dia akan berpikir bagaimana si bayi akan berhenti, mungkin dia lapar atau mungkin saja dia buang air besar atau kencing. 

Di saat hari-hari normal aku akan berpikir bagaimana tugas kuliahku, bagaimana menghendle uang jajanku dan bagaimana aku mendapat kelas yang enak ketika aku mengambil mata kuliah. Beda lagi dengan dia. Dia pasti berpikir bagaimana memilah-milah waktu untuk masak, mengurus bayi, dan melakukan berbagai macam tugas rumah. Dan yang paling membingungkan dia pasti berpikir bagaimana mendapat uang untuk membeli susu.

Ya umur kami memang sama tapi pemikiran kami sudah sangat sangat sangat berbeda. Aku hanya akan memikirkan diriku sendiri dan dia sudah memikirkan 2 orang, suami dan anaknya. Aku berpikir mungkin itu jalan hidupnya. Dan jalan hidupku diatur dengan sangat berbeda. Aku akan hidup berkutat dengan banyak orang dan buku dia akan berkutat dengan suami dan anaknya. 

Now, i'm out of my comfort zone gara-gara dia. Jadi mikirin setiap hari kan. Gila kan! Emang!

Uang


Banyak orang yang bilang cinta itu bisa bikin orang bahagia. Kalau bagiku cinta itu hal yang ehhmm sedikit gak penting. Aku lebih menyukai uang. Uang itu bisa bikin orang bener-bener bahagia. Bukannya aku gak percaya dengan cinta. Cuma aku mencoba untuk berpikir logis. Aku hanya berpikir uang itu bisa beli semuanya. Kalau cuma punya cinta itu sedikit ehhm gak sedikit itu udah omong kosong. Cinta itu gak bisa buat makan, ga bisa beli rumah, gak bisa beli mobil, dan gak bisa buat menyenangkan diri sendiri. Percaya deh yang hanya memikirkan cinta hidupnya sedikit aneh. Mau ngelakuin apapun asal cintanya gak ilang. Walau itu merusak diri sendiri. Mending nyari uang. Punya banyak uang itu enak. 

Pepatah Bindi :)


Impian itu kayak bola di permainan tenis. Ketika bola dilempar pemain sudah harus tau kemana arah bola akan datang dan pemain harus bersiap untuk menangkap bola itu. Ketika ditangkap dan 'PAK' kena pemain akan merasa puas. Ya itu lah impian. Ketika kamu sudah mempunyai dan berangan apa yang kamu impikan kamu harus mengejarnya. Bila kamu hanya diam dan diam impian itu akan hilang.

Turunan :3


Kayaknya keluarga ini punya riwayat kesehatan yang sedikit mengerikan. Semua meninggal karena penyakit-penyakit yang tipenya hiii. 

Contonya ya nenek dari pihak ibu, beliau meninggal karena jantung koroner. Kakak perempuan dari ibu menderita tumor payudara. Mengerikan gak. Itu masih banyak lagi. Belum lagi dari pihak ayah. 

Dari pihak ayah gak begitu mengerikan. Cuma yang banyak itu darah tinggi. Yang sedikit mengerikan itu kakek dari pihak ayak menderita penyakit prostat dan sepupu perempuan ayah terkena kanker serviks dan baru meninggal. 

Emang sih yang paling banyak itu dari pihak ibu. Tapi beliau juga menurunkan darah rendah kepada anaknya. Sampai-sampai ada yang parah banget. Gara-gara anemia harus di bawa kerumah sakit dan diinfus darah. Ada juga yang sampai tekanan darahnya rendah banget tapi itu udah termasuk tinggi. Ehhmmm. 

GUNUNG!!!


Akhirnya setelah lama menunggu untuk liburan, datang juga waktunya bersenang-senang. Dan ini liburanku 

Sabtu, 6-7-2013, 11.15 pm
Berangkat dari rumah. Mama sama papa berangkat dari lawang naruh mobil di garasi dan berangkat satu mobil sama aku. Sebelum ke tumpang nunggu Pak de Gop dan rombongan di depan gang bareng. Ini awal dari semua kesenangan. 

Sabtu, 6-7-2013, 11.50 pm
Ini sudah sampe di tumpang, tepatnya di SMK Diponegoro. Ini ceritanya Pak de Gop punya murid BLK yang ada di sana, kami semua memutuskan buat nitipin mobil di sini dan melanjutkan perjalanan menuju bromo dengan JEEP. Sebelumnya satu kelompok ini ada 13 orang jadi butuh 2 jeep. 

Minggu, 7-7-2013, 12.30 am 
Kami berhenti di tempat pemandu kami. Mas-mas ini adalah koordinator desa wisata. Jadi kami itu bagaikan tamu kehormatan karena beliau tidak pernah mengantar wisatawan sampai gunung, beliau biasanya memerintahkan anak buahnya. 
Ini masih di rumah koordinator, karena berangkat jam 3 disini kami masih bisa ngopi sampe tidur-tiduran.

Minggu, 7-7-2013, 04.30 am 
Udah sampe di penanjakan. Setelah 1 jam setengah lebih di JEEP dengan jalan yang keren dan yang pasti gelap kami sampe juga. Sekalinya turun dari mobil, gelap langsung disuruh jalan nanjak itu rasanya 1...2...3... jatuh. Bener-bener kayak dipukul. Kepala kunang-kunang dada kayak mau pecah. Untung aja yang ngerasa kayak gitu gak cuma aku.

Setelah di atas dan nunggu satu rombongan mucul kami melanjutkan naik lagi buat lihat sunrise. Sumpah di atas dingin banget. Udah rangkap 4 baju celana rangkap 3 pake pasmina juga buat hidung sama leher tapi gak mempan. Dan akhirnya buat menghilangkan dingin kita foto-foto sama makan cemilan disini.
Dari kiri Bude Sri, Sita, mama sama ibu. 
Dari kanan Mas Niko, Dini, sama aku sendiri

dari kanan Ayah, ibu sama mama 
Sampai jam 5.30 matahari masih belum nongol, yang nongol malah cuma 
ini nih hasil jepretan sendiri. 

Dan ternyata mendung pemirsa! Udah nunggu sampe jam 6 mataharinya udah tinggi, eehh malah gak dapet, walau nyesel tapi gak nyesel kok udah ada disini 
Mumpung di sini sekalian aja yak. 

Kami semua memutuskan untuk turun dan meneruskan perjalanan. Eh sebelum itu ada cerita nih. Kita semua ini kebelet pipis nih dan di sini cuma ada 1 toilet dan bayarnya mahal 1 kali masuk aja 5 rebong. Dan dengan tekat kuat kamu semua nahan pipis sampe di kawah. 

Minggu, 7-7-2013, 07.44 am
Kami semua berangkat dari penanjakan jam set 7 dan sampe di kawah jam 07.44. 
SAMPEE!!

Disini kami istirahat, makan dan ke toilet. Iya ke toilet. Itu udah jadi ritual katanya pemandu. Setelah makan yang ke kawah cuma orang 8 sama satu pemandu jadi 9. Naik kuda lho kita. 

Ini mama waktu naik. Ukuran tubuh sama kuda yang dinaikin gak seimbang :O 
Ini aku, lari lho kudanya waktu turun. 

Ada kejadian lucu sih waktu naik ke kawah. Derajat kemiringan tangga kawahnya kan hampir 60 derajat dan tinggi banget Dini udah mewek waktu tengah-tengah naik dan yang pasti pengen turun padahal udah dikit lagi. 

Ini nih efek gak pernah olahraga 

Karena udah siangan dan panas kita semua turun dan ngelanjutin perjalanan ke tempat berikutnya. Ini aku kasih bonus foto : 
Ini foto dari atas atep JEEP. Iya atepnya JEEP jadi naik di atas

Minggu, 7-7-2013, 10.30 am
Makan udah, ke toilet juga udah jadi kita semua melanjutkan ke next destination yaitu gurun pasir. KEREN SUMPAH! Kalau aja ada papan seluncur udah deh seluncur di sana. Keren breeeee. 
 KEREN! yang satu ijo yang satu berpasir, bawah itu kayak bisa buat seluncur 
 Ini nih rombongannya 
Dari atas kiri ke kanan bawah: ayah, ibu, dini, papa, mama, Pakde Gop, Mas Niko, Mbak Nike, Bude Sri, aku, Lek Nya, Mas Nanda dan Sita

Walau cuma sebentar 10 menit di sini dan diisi sama foto-foto kit lanjut ke tempat selanjutnya, Bukit Teletubbis. 

Minggu, 7-7-2013, 11.00 am
Pas jam 11 udah sampai di bukit indah nan lucu ini. Gimana gak lucu coba namanya bukit teletubbis(gak tau ini tulisannya gimana) dan kerennya gak ketulungan. Rumputnya itu lho kayak ditata da dipotong setiap minggu alias RATA. 

Keren kan? Termasuk yang foto juga 

Ini ini makhluk-makhluk yang gak turun, katanya nyimpen tenaga buat selanjutnya. 

Dan ini bonus foto 
Nih makhluk awsome foto, kecuali Dini yang sleeping bauty di jeep. 

Minggu, 7-7-2013, 12.45 pm
Ini adalah perjalanan terakhir. Ranu Pani, iya ke Ranu Pani jalan masuk utama ke SEMERU. KEREN! Kita disana cari makan trus liat-liat. 

Ini di belakang RanuPani, sekitar 15-20 menit jalan kaki. 

Ohhh namanya Ranu Regulo

Denger-denger dari mas yang mengantar kami sampai disini banyak yang meninggal tenggelam di sini. Kalau di lihat ranu di sini sepertinya dangkal dan banyak yang seperti ketarik diri sendiri untuk berenang di sini. Dan hal itu masih mistis. 

Kami di tawari untuk melanjutkan ke Ranu Kumbolo hanya 3 jam dari Ranu Pani. Tapi karena gak bawa apa-apa dan banyak yang udah capek akhrinya kami memilih pulang. 

Dan berakhirnya perjalanan kami di Bromo dan sekitarnya. Sehari penuh gak tidur tapi dapet banyak hal keren. 

Gak tau sejak kapan dan gak tau berakhir kapan

Teman?


Hari ini aku lihat drama korea judulnya 49Days. Itu film bagus bener. Aku bisa mengambil beberapa makna dari film itu. Walaupun ceritanya sedikir ngaco, mellownya gak ketolongan dan berakhir sedih, tapi tetep aja bagus. 

Jadi itu ceritanya ada orang yang seharusnya belum waktunya meninggal dia meninggal dan dia melakukan perjalanan 49 hari untuk bisa mendapatkan air mata dari orang terdekat kecuali orang tua dan kerabat agar dia bisa hidup lagi. 

Selama di perjalanan 49 harinya itu dia menggunakan tubuh seorang perempuan yang tak lain adalah kakaknya sendiri. Tapi selama perjalanan itu juga dia juga dibantu oleh seseorang yang merupakan pacar kakaknya. 

Dalam mencari air mata itu dia menemukan keburukan dari sahabat yang selalu bersama dia dan juga tunangannya. Dari situlah aku bisa mengambil kesimpulan dan makna yang ada di cerita itu. 

Aku mulai berpikir apakah ketika aku nanti meninggal hanya ada ayah, ibu sama dini yang bersedih atau mereka sama sekali tidak sedih ketika aku meninggal. Apakah orang-orang yang selama ini aku anggap sebagai teman akan bersedih atau hanya air mata buatan saja yang mereka keluarkan atau lebih parah lagi mereka hanya akan diam diri ketika aku tidak ada. Aku juga berpikir apakah aku akan melakukan hal yang sama ketika salah satu temanku tidak ada.

Kadang aku berpikir apakah mereka berteman denganku hanya untuk memanfaatkan, kasihan atau mereka benar-benar tulus berteman. Ketika aku sendiri aku bahkan bisa berpikir lebih kejam dari pada itu. Aku ingin mereka bisa menjadi teman yang benar-benar teman bukan hanya sekedar ketika kita membutuhkan kita akan datang pada mereka atau sebaliknya. 

Ibuku sering berkata "kamu itu jadi anak jangan nggantung sama orang terus, mereka gak akan selamanya sama kamu. Teman sih teman tapi mereka lebih tau batasnya ketimbang kamu!". Untuk kali ini aku benar-benar sangat setuju dengan ibu. 

Mereka sangat tau batasan berteman. Aku sempat berpikir buruk tentang berteman. Tentang ketika mereka sudah tidak membutuhkan kita, ketika kita sudah tidak bisa apa-apa lagi dan ketika semua kekayaan kita membuat mereka menjadi musuh dalam selimut. 

Bukannya hal itu tidak mungkin. Itu mungkin saja terjadi. Contohnya ketika kalian sakit keras dan temanmu tahu kalau kalian mempunyai barang mewah dan uang banyak. Mereka akan mencoba untuk lebih baik pada kalian dan ketika kalian meninggal mereka bisa mengambil sebagian dari harta kalian. 

Aku tau kalau itu terlalu kejam dan aku tau itu sangat menyinggung. Tapi aku selalu berpikir dua arah. Teruatama aku berpikir ketika seseorang pertama kali kenal kamu dan dia sudah sangat baik ke kamu. Itu sangat mencurigakan. Semua yang dilakukannya pasti ada maksud. Dan sekali lagi aku akan berpikir ketika aku baru pertama kali kenal dengan seseorang. 

Aku berharap semua teman yang aku punya akan tetap menjadi temanku. My real friend. Bukan ada saat aku senang saja tapi saat kita semua jatuh, merasakan pahit dan juga ketika kita merasakan manisnya hidup. 

Sometimes, I feel that i the dumbest person in the world


I felt angry, i felt sad, i felt desperate, i felt fool, and i felt happy in the same time. I hate being like this. It feels like i can't control my emotion. I hate have this feeling. I felt that i crazy people. Talk about something that can't happen. Something that just in my dream. 

Kesalahan


Kayaknya kekuranganmu emang gak bisa bersyukur. Bukannya bersyukur dikasih kayak gitu eh malah nyacat. Sadar dong Bin. Semua orang itu punya kekurangan dan kita harus nerima. Bukan kayak tadi.

I felt ...


Bukan ini yang ingin aku rasakan. Bukannya yang kayak gini. Tapi yang biasa. Yang normal. Gak ada acara kalo ketemu takut, kalau apa takut, takut kalau ketemu di tempat umum. Dan itu lebih parah. Aku gak suka kayak gini. Kalau gini seperti bukan menjadi "NINDI" yang sesungguhnya. Bukannya aku menjadi bebas tapi aku malah menjadi tertekan gak karu-karuan. I feet like i see the same person in everywhere and it makes me crazy. Tetap tenang aja deh. Apapun tenang. Oke :) 

Puber?


Hallo, Kali ini kotaku benar-benar dingin. Hampir setiap hari hujan. Meskipun berhenti hujan untuk beberapa hari mendung masih bergelayutan di atas kota ini. 

Aku masih bingung dengan apa yang aku alami. Aku sedikit merasa bahwa setiap orang yang aku kenal, aku temui dan yang baru mengenal menarik diri dari aku. Atau aku yang menarik diri dari kehidupan sosial. Padahal pada tahap ini harusnya aku mempunyai banyak teman dan memperluas pergaulan. Tapi ini. Ehhmm. Atau mungkin ini sindrom puber. Gak taulah. Mungkin aku saja yang menarik diri. 

Story 6


"Tar, sejak kapan kamu kenal sama Nattan?", tanyaku sambil berbisik. "Udah satu semester kali Vit, dia kan ikut basket dan kamu tau Vit? Permainannya keren banget", saking menggebunya Tara ketika berbicara tentang basket, anak yang dibicarakan sedikit merasa. "Udah Tar, orang yang gak tau tentang basket gak bakalan tertarik kalau kamu bicara kayak gitu". 

Sebelumnya Vitt menanggapi apa yang dibicarakan sama Nattan, guru sudah masuk kelas. "Selamat pagi anak-anak, untuk kelas baru kali ini saya adalah wali kelas kalian. Bagi yang kelas 2 kemarin tidak diajar saya, nama saya Bu Endang dan saya akan menjadi wali kelas kalian untuk satu tahun kedepan". 

"Yes!". "Kenapa Ri?". "Seneng aja wali kelasnya Bu Endang dan kamu beruntung bisa deket sama ibu kamu" , goda Ria. Sudah 3 tahun Vitta diajar oleh Bu Endang dan Bu Endang sendiri sudah menganggap Vitta sebagai anaknya. 

"Oke sebagai permulaan saya akan memilih ketua kelas. Saya ingin Ferdi Ramadhan sebagai ketua kelas dan sebagai wakilnya Vitta Rezkia", dengan puasnya Bu Endang memilih Vitta dan Ferdi sebagai perangkat kelas. 

"Tuh Vit, harusnya kamu bersyukur wali kelas kita Bu Endang, kamu bisa deket sama Ferdi", goda Tara yang membuatku sedikti malu. "Ya Ampun Vit, kamu udah pacaran sama Ferdi?" tanya Ria setelah mendengar Tara berbicara. "Belumlah, si Ferdinya masih malu, Vittanya masih sedikit gimana gitu". "Ah udah Tar hadap depan sana", pukulku ke bahu Tara. "Eh dianya malu, hahaha", Goda Tara sambil menghadap depan. 

*     *     *
Bel panjang pun berdering. Setelah kurang lebih 8 jam belajar di sekolah akhirnya kami semua bisa keluar dan menghirup udara bebas. 

"Tar kamu kemana habis ini?". "Gak tau Vit, masih belum ada les kan?". "Jalan yuk Vit, Tar? Cuma cari tempat makan aja". "Ehhmm boleh juga Ri, ayo deh!". Kataku bersemangat sambil menarik tangan kedua temanku. "Eh bentar, boleh ajak Nattan gak?". Aku hanya bisa tatapan sama Ria. Dan akhirnya "Gimana Vit? Ehhmm boleh deh Tar".

Setelah 15 menit perjalanan dan sekarang kita semua ada di mobilnya Nattan akhirnya sampai juga di salah satu fast food paling ramai di kota ini. 

"Mau makan apa? apa cuma mau ngemil?" tanya Ria dengan semangat. "Aku makan deh Ri, yang paket besar aja, minta dadanya yang gede ya" aku pesen ke Ria sambil ngasih uang. "Aku burger aja deh Ri, Nat mau apa?". "Aku sama kayak kamu aja Tar". Setelah Ria antri kami pun mencari tempat duduk dan mendapatkan tempat duduk paling enak, dekat cendela. 

"Eh bentar ya mau ngasih uang ke Ria sama mau nambah lagi". Kalau Tara ke Ria aku bakalan sama Nattan dong. "Udah ntar aja ngasihin uangnya" kataku sambil menahan bingung. "Aku mau pesen juga, mau nitip lagi Tar, Nat mau minum apa?". "Aku 7Up aja Tar". "Oke, kalian jaga tasnya ya". 

Setelah Tara meninggalkan mereka berdua, hanya ada suara dari Balckberry Nattan dan suara lirih Vitta bernyanyi. Suasana saat itu terasa sangat aneh. Akhirnya salah satu dari mereka mulai berbicara. 

"Nat, udah lama ya kenal Tara?". "Satu semester, kenapa?" jawab Nattan dengan muka acuh tak acuh. Kenapa juga aku bicara sama anak ini. "SIAL!". "Kamu tadi bilang apa Vit?". "Eh oh nggak kok Nat". 

"Hallo anak-ana apa kalian sudah lapar?" kata Ria yang berlaku sebagai mama. "Lumayan, Oke mari kita makan!" aku pun langsung mengambil makanan pesananku. "Hei tunggu, cuci tangan dulu" dengan gaya seperti ibu-ibu, Nattan memukul tanganku lumayan keras. "Ya ampunn biasa aja kali kalau gak suka udah pake mukul!". "Kalian kenapa sih?" tanya Ria yang meilihat kami heran. "Udah-udah, ayo Vit aku temenin cuci tangan" kata Tara sambil menurunkan suasan yang sedikit aneh lagi. 

Kenapa sih Nattan, asal mukul aja, bilangan biasa kan juga bisa" cecarku kepada Tara. "Dia gitu Vit, orangnya gila bersih, kamu liat aja mobilnya cling gitu" kata Tara dengan ada nada sedikti aneh. "Kamu juga sih make acara ngajakin dia segala, masih mending ngajak ehhmm Ferdi". "Ya ampun kalau itu sih kamu aja yang jalan berdua sama dia" kata Tara dengan sedikit menyenggol. "Eh aku mau cerita tapi nanti aja kalau udah pulang". "Ah paling Ferdi lagi" tebak Tara asal. "Aku juga mau cerita deh Vit, tapi ntar aja". "Kamu udah punya Tar? Hayo siapa?". Gak kerasa percakapan yang mulanya marah-marah jadi percakapan gak jelas. Kami pun makan dan tenggelam dalam pikiran masing-masing

to be continue

Sedikit pemikiran "23 MEI"


Hallo, postingan khusus ini untuk tanggal 23 Mei. Kalian tidak tau ada apa dengan tanggal itu? Itu tanggal dimana kita harus memilih walikota dan wakilnya untuk masa jabatan 5 tahun kedepan. Dan ini adalah tahun aku bisa mendapat hak pilihku. 

Oke langsung aja postingannya. 

Dalam postingan ini aku hanya akan membahas apa yang diharapkan oleh rakyat kepada pemimpin yang menjabat untuk masa jabatan berikutnya. 

Kota Malang ini sudah banyak barubah. Bagi orang Malang asli pasti kalian akan sangat merasakan bagaimana drastisnya perubahan kota dingin ini. Mulai dari tidak dinginnya Kota Malang hingga banyaknya ruko yang dibangun. 

Saya sendiri sebagai orang Malang merasa sidikit terganggu dengan pembangunan besar-besaran. Kalau kalian tau, IjenNirwana yang sekarang akan dibangun perumahan mewah tersebut dulunya adalah sekolah pertanian dan sebagai lahan tadah hujan terbesar di Kota Malang.

Harapannya sih bagi calon walikota dan wakil walikota bisa merubah kebiasaan dulu yang sangat mengganggu. Kebiasaan itu adalah membangun mall dimana-mana dan ruko dimana-mana. 

Sebagai mahasiswa dan juga pelajar kami sangat membutuhkan fasilitas belajar yang mendukung. Seperti taman baca, lokasi wifi yang besar dan juga banyaknya ruang hijau yang bisa kami pakai untuk belajar. Sebagai warga kota Malang, saya juga berharap menghentikan pembangunan mall-mall itu. Bila mereka ingin membangun mall harusnya mereka sedikit memikirkan bagaimana dampaknya. 

Bagi para pelajar, dampaknya mereka akan sedikit terganggung dengan adanya mall-mall di tengah kota. Bila mereka ingin membangunnya, mereka harusnya membangun di pinggiran kota dan tengah kota diperbanyak ruang hijau. 

Bagi para pedagang kecil mereka merasa terpinggirkan. Seperti contohnya, pembangunan mall di daerah dinoyo. Para pedagang pasar Dinoyo merasa kehilangan tempat mereka mencari nafkah. Selain itu, itu akan menambah macet di daerah Dinoyo. 

Saya juga berharap kalian memilih dengan selektif. Bukan memilih istri dari walikota yang akan mengakhiri masa jabatan. Kenapa setelah walikota sekarang yang mencalonkan istrinya? Itu sedikit tidak fair. Kalau saya pikir, istrinya pasti hanya akan menjadi wayang dan dalangnya adalah suaminya. 

Selain itu salah satu dari calon wakil walikota, anaknya terjerat kasus narkoba. Bagaimana bisa kita memilih seorang pemimpin bila dia memimpin anaknya sendiri tidak bisa? Bagaimana menurut kalian? 

Itu hanya beberapa aspirasi yang ingin saya tulis dalam blog ini. Bagi yang membaca blog ini dan memiliki pemikiran yang berbeda silahkan tulis di komentar :) 

Aneh lagi


Masih menyempatkan sedikit waktu untuk mosting yang semua waktunya tercurah untuk ngoding. 

Sepertinya pulang kuliah aku sedikit mabuk atau ngantuk aku juga tidak tau. Tapi sepertinya tadi itu aku melihat seseorang yang ingin kulihat. Di jalan mau pulang, dia menggunkan helm, jacket, dan helm yang berbeda dari yang biasa dia pakai. Tetapi aku bisa menetahuinya dari tas dan sepatu yang dia pakai.

Entah apa yang aku pikirkan tadi atau aku yang terlalu memikirkan kapan lagi aku bisa bertemu dengan dia. Tapi sekilas ketika aku mendahuluinya seperti iya dan seperti bukan. Dan itu sedikit ehhmmm mengerikan. 

Sudahlah beberapa hari ini postinganku jelek. 

Aneh


Hallo, aku sudah membuka lyar blog ini satu jam yang lalu, tetapi masih belum ada ide yang muncul. Aku masih bingung kalimat apa yang akan aku tulis untuk postingan kali ini. Jadi aku memustuskan untuk menulis apa yang ada di otakku. 

Kalau bisa aku ingin TERIAK sekerasnya kalau "AKU INGIN KETEMU". Bener-bener nyesek. Tapi gak tau ini siapa yang aku tuju. Dikepala itu ada beberapa orang yang aku inginnn sekali bertemu. Selain nenek dari pihak ibu, kakaknya ibu ada juga dia yang jauh disana masuk dalam daftar. Dan itu buat frustasi. 

Jadi apa yang aku tulis sekarang adalah apa yang ada dikepalaku. Dan ini aahh aneh. Dan kalau saja dia menemukan blog ini aku harap ehhmm LUPAKAN. 

Sudahlah postingan macam apa ini!!!!!

Baju


Halloooo, aku menulis postingan ini sambil ngerjain tugas kuliah. 

Beberapa hari yang lalu aku menjadi sopir untuk ibu selama sehari. Aku mengantarkannya belanja bulanan dan belanja keperluan beliau sendiri. Dan waktu itu ibu belanja di swalayan Ratu yang dekat dengan Mitra. Aku mengantar beliau membeli keperluan beliau di Mitra. 

Saat sudah sampai disana aku hanya berdiri dan memainkan HP selama beliau memilih-milih kosmetik apa yang akan di beli. Saat ibu sudah selesai membeli dan beliau berniat membelikanku beberapa kosmetik seperti sabun atau perawatan wajah yang lain, mbak-mbak yang menjaga stan bertanya padaku. "Mbaknya SMP kelas berapa?". Saat itu aku hanya diam saja. Lalu mbaknya bertanya lagi. "Ohh SMA ya, kelas berapa mbak?". Aku masih terdiam mendengar mbaknya bertanya pertanyaan yang sama. Dan akhirnya ibu yang menjawab "Ini sudah kuliah mbak". Dengan sedikit tidak percaya mbaknya melihat ke arahku dan berkata "OHHHH kuliah, saya kira masih SMP atau SMA". 

Ketika sudah dijalan aku bertanya pada ibu. "Lho buk, masak aku kelihatan kayak anak SMA?". Dan dengan santainya ibu jawab "Iyalah, liaten a kamu cuma pake kaos oblong, celana jeans sama sendal. Coba pakai pakaian lebih dewasa lagi , dan bla... bla... bla..."

Karena percakapan itu terlalu panjang aku akan menyingkat apa yang dikatakn oleh ibuku. Aku terlihat seperti anak SMA karena gayaku seperti bukan anak kuliah. Dari cara berpakaian hingga cara merawat wajah seperti memakai bedak dan lain-lain. 

Menurutku aku sih gak salah pakaian. Gak masalahkan pakai kaos oblong kemana-mana. Itu lebih simple dan KEREN. Bukannya mau nyalahin yang pakai pakaian yang kece-kece menurut versi kalian. 

Baju paling kece buat keluar menurutku adalah kaos oblong dan celana jeans. Itu baju paling kece. Kalo ada yang bilang "IHHH baju apaan tuh, gak ada modis-modisnya". Menurutku salah. Kaos oblong itu bisa di mix sama apa aja. 

Ada juga baju kece itu baju yang sekarang ngetren. Kayak baju dengan kain sifon atau apalah. Trus dengan motif yang yaahh CTAL lah. Kece tingkat atas menurutku aku sih kemeja biasa atau kaos tapi ada keranya. Itu lebih kece dari baju yang lagi ngetren. 

Kalo nurutin model yang ada itu udah terlalu biasa. Kalo punya gaya sendiri itu luar biasa. Dan gaya saya adalah KAOS OBLONG. 

HIDUP KAOS OBONG!!!!!

IT oohhh IT


Hallo, hujan deras masih menguyur kotaku tercinta. 

Mau sedikit mengeluh dan curhat tentang perkembangan aku kuliah. Walaupun masih semester awal aku sudah eehmm sepenuhnya stres dengan semua kegiatan yang menurutku baru. 

Baru dalam artian apa yang aku pelajari di bangku kuliah ini benar-benar baru. Aku hanya sedikit mendapatkan pelajaran ini di bangku SMA. Dan itu susah banget buat menyesuaikannya. Mulai dari pola pikir hingga cara kerjanya 

Aku masih terbiasa dengan pola pikir yang mengikuti alur selama di SMA. Kalau SMA itu semua pelajaran sudah ada pakemnya. Matematika, Fisika, Biologi dan Kimia itu udah tinggal ngikui rumus dan apapun yang ada di buku. Kalau soal teknologi apalagi ketika seseorang akan membuat sebuah program walaupun itu program sederhana gak bisa dibuat dengan pola pikir yang biasa.Harus ada cara-cara dan logika-logika. 

Dan sampe sekarang masih gak bisa mikir gimana logika itu kerja. Contohnya nih mencari bilangan terbesar aja harus dengan perbandingan per dua data yang ada. Dan itu susah buat logika itu kerja. 

Ada juga nih untuk program yang membutuhkan banyak data dan itu dibuat dalam bentuk larik. Dan itu susah menurutku. Bukannya gimana ya.Tapi bekerja dengan banyak logika yang ada itu sedikit susah. Aku lebih suka hal yang langsung ada rumus atau panduan. Kalau bicara soal teknologi aku lebih suka desain. Aku lebih menyukai desain web dari pada harus berkelut dengan coding aneh. 

Bukannya gak suka juga sama jurusan yang aku ambil. Tapi masih belum bisa dan itu buat aku jadi males klo ngerjain tugas. Mau tanya tapi gak tau mau tanya siapa. Dari semua mata kuliah yang ada yang bisa kuikuti hanya 3. Yang 2 dan itu SKS paling banyak masih zonk sampai sekarang. 

Waktu ngepost ini pun aku masih bingung gimana cara ngerjain tugasku. Dan gimana cara nyelesain semua tugas yang numpuk. 

Byeee

Kasih Judul Sendiri Aja


Hallo, sore di hari minggu ini kelam. 

Gak tau mau mulai dari mana ini ceritanya. Kalau mau mulai dari awal panjangnya yang gak ketulungan. Mau mulai dari tengah ntar juga gak nyambung. Kalau langsung akhir juga percuma. 

Kalau gitu langsung intinya aja kayaknya. Ehmm semua mimpi buruk hari ini sedikit random. Kayak Random Acces Memory yang menyimpan data sementara tetapi bisa diakses denganc cepat dan mampu bertahan lama.. Sedikit ehhmm gila memang. 

Tapi itu mimpi yang sedikit menjijikkan. Aku memang bukan orang yang percaya sepenuhnya tentang mimpi. Tapi bukan itu intinya. Inti dari mimpi itu kayak buka kenangan yang udah lama kehapus ehh kerestore kembali dan masuk ke memory. Itu sedikit menjengkelkan. 

Udah bertahun-tahun. Nggak lama juga sih masih 3 tahunan lah. Aku delete semua hal ke recycle bin lalu aku delete permanently dari memory. Tapi itu kayaknya gak cukup. Udah coba buat uninstall, tapi masih ada beberapa data kamu yang ke simpan di memory. 

Tadi coba stalking twitter temen. Eh si dia ternyata punya twitter. Aku coba buat buka twitternya. Liat di bionya sih masih gak ada tanda-tanda dia udah jadian. Trus nemu alamat tumblrnya. Karena penasaran akhirnya dibuka deh alamtnya. Ehh ternyata di tumblrnya isinya foto mantan semua. 

Karena liat foto-foto tadi. Eh malah otak yang ngehang terus. Parah. Emang otak perlu di uninstall ulang biar gak keinget terus. Kayaknya emang perlu berulang-ulang di uninstall biar bener-bener bersih dari data si dia. 

Hari Sial di Saat yang Tidak Tepat


Hallooo.Selamat bulan maret. Bulan baru peruntungan baru. 

Tapi Sepertinya peruntungan baru masih belum berlaku buat aku dan keluarga. Sabtu kemaren kejadian yang buruk menimpa aku, ibu, mama dan Dini. 

Hari itu, ibu sama mama emang udah janjian buat nyalon bareng. Ibu ngajak aku juga buat nyalon bareng. Karena udah diajak ya udah deh ikut aja. Aku ke salon dengan membawa laptop buat sekalian nugas di sana sambil nunggu mama sama ibu. 

Gak lama masuk ke salonnya, ada mbak-mbak yang ehhmm sekilas itu biasa dan seperti mau nyalon biasa. Waktu itu aku masih setia menunggu ibu sama mama di rawat dan masih setia dengan netbeans. Mbak-mbak itu mau facial sama sambung rambut. Dia pake jaket item rambut panjang item. 

Mbak-mbak itu tanya-tanya tentang sambung rambut dan itu disaat aku masuk mau di facial. Karena di deket ibu potong dan kursi tunggunya deket pake banget jadi gak perlu khawatir buat kehilangan sesuatu. Jadi ya rilex-rilex aja. 

Tapi lama kelamaan ada perasaam gak enak waktu masuk ruang facialnya. Dan itu mau nyegah sesuatu kayak gak bisa gerak. Karena gak mau berpikir yang aneh-aneh ya udah deh gak usah dipikirin kan ada ibu di depan sama ada stylist di sana. 

Waktu aku masih perawatan dan mama ada di ruang yang sama dengan aku, mbak-mbak itu pergi dengan alasan ngambil rambut pasangannya. Dan pihak salon gak nanyain no hp atau info yang lain dari mbak itu. 

Kejadiannya ketahuan saat mau bayar. Saat itu Dini udah ada di salon dan masih di rawat sama pemilik salon. Dan mama udah mau bayar tagihan salon dan tiba-tiba mama kehilangan dompetnya. Iya DOMPET. Setelah itu ibu langsung ambil tasnya dan nyari dompetnya dan HILANG juga. 

Setelah tau ibu sama mama kehilangan dompet yang pertama ada di pikiran adalah nyari uang yang lain di dalam tasnya mama sama tasnyya ibu. Untungnya uang yang ada di bagian lain tas ibu yang lebih banyak gak diambil dan uang gedung, uang sekolahnya mama juga gak diambil. 

Dan lebih untungnya di dompet ibu cuma ada uang 3000 perak dan uang di mama gak ada 700 ribu. Tapi gak untungnya ada beberapa ATM dalam dompet ibu dan dompet mama. Hal kedua yang dilakukan adalah Dini telpon polisi dan aku tanya no telpon online dari ATM mama sama ibu buat nge-blokir ATMnya. 

Setelah polisi dateng dan ayah dateng sambil membawa beberapa buku tabungan buat ngeblokir ATM yang ada di dompetnya ibu. Untung aja mama bawa buku tabungannya. Jadi ATM mama langsung di blokir waktu tau dompetnya ilang. 

Polisi datang dan langsung di bawa ke kantor polisi klojen buat keterangan sama surat kehilangan. Jadi deh malam minggu kemaren ngapelin polisi dimintai keterangan dan minta surat kehilangan. 

Kecewanya bukan karena apa, kecewanya di dalam dompet ibu ada banyak obat dokter dan banyak surat dokter yang harus ibu lakukan. Selain itu uang mama yang didompet lumayan banyak, walaupun di tas ada lebih banyak lagi. Selain itu, dompet ibu itu dompet kesayangan ibu. 

Selain itu juga ada banyak surat, mulai KTP, SIM, kartu member, kartu PGRI-nya mama dan masih banyak lagi. Dan itu harus ngurus mulai awal lagi pake surat keterangan. SIAL. 

Walaupun gitu ambill aja deh hikmanya. Kali aja waktu kesana kita semua buat salah klo gak emang kurang sodaqoh atau apapun. Yah ikhlasin aja. 

Oke itu awal bulan yang sedikit sial. Semoga aja bulan ini memang ada peruntungan baru. Aminnnn

Bye... Sampai ketemu di post selanjutnya. 

My hometown, Malang


Hallloooo, postingan kali ini mau bahas tentang kota kelahiranku, Malang. Tapi aku bukan ingin membahas Malang sekarang, aku akan membahas Malang waktu jaman dulu. Bahasnya dari segi yang ehhmm orang lain jarang tau, kecuali orang Malang asli. 

Oke kita mulai berseluncur ke Malang kurang lebih 30 hingga 10 tahun silam. 

Rumahku, JL.I.R.Rais, berada di kawasan strategis Kota Malang. Hanya berjarak sekitar 700 m dari Pasar Besar Kota Malang. Dulu, katanya ortu, jangkauan area kota ini tuh gak seluas sekarang. Perbatasan kota ini hanya sampai Bandulan, Janti, Blimbing, dan Jodipan. Beda banget sama sekarang, perbatasannya udah nun jauh di sana. 

Alamat rumahku namanya Tanjung karena banyak bunga tanjung yang bermekaran di daerah sana. Tapi sekarang beda. Udah gak ada lagi bunga Tanjung yang klo sore baunya eehhmm wangi benerrr. Dekat dari rumahku, dulu ada perguruan tinggi tentang tanaman-tanaman gitu. Jadi lebih tepatnya dekat rumah itu ada sawah, ada hutan dan sungai kecil, enak deh pokoknya. Sekarang itu jadi salah satu perumahan mewah, Ijen Nirwana.

Waktu kecil sering banget main di situ. Panjat pohon, mandi di sungai, sampai main di sawah. Seru deh. Selain itu ada juga hutan terlarang macem Harry Potter. Kata ibu, di daerah situ itu angker. Tempat orang buang barang yang seharusnya gak ada di dunia ini.

Kita jalan lagi, dulu sebelum ada MOG, itu adalah salah satu gedung pertemuan, namanya Gedung Kartini dan ada juga kolam renang jaman peninggalan Belanda. Di gedung itu banyak banget kegiatan di adakan, mulai karate sampe bulutangkis ada. Bangunan itu juga jaman peninggalan Belanda.

Kita jalan sedikit lagi di depan bank BNI ada gang besar. Itu namaya Kelud, salah satu tembusan ke Bareng Kartini sama ke Bareng Raya. Masuk sedikit ada gedung SMA Panjura. Dulu tempat itu bukan SMA, itu bioskop layar tancep. Namanya bioskop "Ndulek" jenis bioskop misbar. Bioskop ini sangat terkenal lho dikalangan masyarakat menengah ke bawah.

Tempat itu unik. Hanya ada batang bambu besar sebagai tempat duduk, layar dan juga proyektor, dan yang paling unik adalah tempat ini dalam udara terbuka. Bisa menampung beratus-ratus orang dalam sekali tayang film. Harganya pun terjangkau, klo uang jaman sekarang itu sekitar Rp.3000 hingga Rp. 5000 sekali putar perorang.

Selain bioskop itu ada juga tu bioskop Merdeka. Tepatnya ada di seberang jalan Kantor Telkom Kayutangan. Klo bioskop itu buat kalangan orang-orang menengah ke atas. Sebelum ada 21 di mana-mana bioskop-bioskop tersebut yang udah nge-hits duluan.

Kata ibuku, alun-alun kota Malang yang ada di depan Masjid Jami' itu gak se- ehhmm jelek sekarang. Dulu itu katanya asri banget, enak banget buat duduk dan menimati hawa sejuk kota Malang. Sebelum ada gedung tinggi model Sarinah dan Ramayana, dari alun-alun bisa terlihat jelas Malang dikeliilingi oleh banyak gunung dan yang paling penting adalah bisa melihat matahri terbit dan terbenam. Keran lah pokoknya.

Oh iya ruang terbuka hijau di Malang saat itu masih banyak lho. Salah satunya adalah yang sekarang di pakai mall di depan UM. Dulu itu adalah tempat serapan air, selain di situ ada juga di hutan Malabar dan taman Slamet. Di daerah Suhat dulu itu masih sawah, jarang banget ada rumah, jalan UB di Suhat aja masih belum ada jaman segitu.

Yo kita jalan lagi. Dulu UM itu namanya Ikip Malang. Kantor pusatnya berada di jalan Surabaya. Aku sangat familiar sama UM karena mulai kecil udah sering kesana. Di kantor pusat, klo ada alumni UM pasti dulu ada piano kecil di depan. Piano itu masih berfungsi dengan baik lho. Aku sering mainin piano itu. Entah dipindah kemana piano itu sekarang.

Sekarang kita berjalan kurang lebih 10 tahun yang lalu. Yang anak Malang asli pasti tau dong yang namanya Gajahmana. Mall paling kece saat itu. Isinya ada supermarket Ratu di lantai dua, dilantai dasar ada penjual sepatu hingga pakaian dan dan di  lantai tiga klo sekarang jadi tempat jual baju, klo jaman dulu jadi tempat wahana bemain.

Lengkap banget di sana. Ada rollercoster, ada columbus, ada kereta api kecil sama ada juga mainan di tempat bermain normalnya. Dulu setiap sabtu malam selalu kesana buat naik rollercoster sama columbus. Keren kan ada mall yang isinya wahana 'Gede' kayak di Malang.

Itu dulu postingan buat nostalgila Malang Tempo Doeloe. Tapi pakai versiku. Klo versi lain itu Malang ya kayak gitu aja. Klo versiku lihat dari sudut pandang yang berbeda dan jarang orang umum tau.

Byee...

Merubah atau Dirubah?


Hallo, ketemu lagi dengan pemilik setia blog ini. 

Postingan kali ini mau ngebahas tentang 'Perubahan'. Bukan salah satu yel-yel partai politik lho. Ini tentang perubahan yang terjadi pada diri seseorang. Dari pada bingung baca narasi gak jelas gini mending langsung aja. Cuuusss.

Banyak orang bilang gini 'kamu itu lho berubah o sedikit! Masa iya dari gitu kelakuan kayak gitu?'. Bukan hanya orang yang dekat denganku, tapi juga beberapa orang yang lumayan dan tau sedikit tentang aku. Menurut kalian atau sebagian dari kalian itu sedikit mengganggu. Menurutku itu sama sekali tidak. 

Setelah kalian dikasih tau tentang hal itu pasti kalian berpikir 'apa ya yang aneh?' atau 'apa ya yang salah dengan kelakuan ku?'. Atau kalau yang parah ya biasanya cewek, apa lagi masalah tubuh. Contoh ni ya. 

A : Hallo!
B : Hallo, wah kamu gendutan ya, lihat deh pipi kamu udah kayak bola, mata aja sampai gak keliatan (aslinya kurus, cuma pipi sedikit lebih cubby)
A : Masa sih? Kayaknya aku tetep deh (sambil megangin pipi)
B : Nggak, lihat deh pipi kamu ntar, udah dulu ya, aku ada acara, bye...
A : Tapiiii....

Setelah dikasi tau sama temennya, cewek itu pasti langsung mikir, 'masa sih aku segendut itu?' atau 'wah harus diet ketat nih biar turun cepet'. Sedikit kalimat seperti itu langsung bisa merubah dirimu dengan cepat. Itu dengan orang baru beberapa kali bertemu, apalagi dengan gebetan atau pacar. Contoh ni ya buat cowok.

A(cewek) : Sayang hari ini kita mau kemana? 
B(cowok) : Kemana aja deh yang, kamu mau makan di mana? 
A : Makan? (sambil lihat perut cowoknya)
B : Kenapa? Kamu gak laper? 
A : Aduuhh sayang lihat deh perutmu, udah kayak om-om yang kerjaannya makan sama tidur aja!
B : masa sih yang? Kayaknya kemarin berat badanku segitu aja 
A : nggak usah makan deh, biar kamu kurusan aja 
B : tapi yang, aku kan...
A : Uda gak usah! biar kurusan, bair sixpact
B : iya deh (pasrah)

Sedikit kata seperti itu langsung merubah pandangan seseorang. Yang pertamanya si cewek biasa-biasa aja lalu setelah melihat perut si cowok, klo dibilang buncit nggak, yang sedikit membesar mereka langsung membatalkan acaranya. Lalu si cowok pasti berpikir klo dia udah terlalu gemuk dan harus menghilangkan selulit di perutnya.

Walaupun untuk sebagian orang, mereka berpikir berkata seperti itu buat kebaikan orang yang bersangkutan, tapi bagi sebagian orang komentar kayak gitu bisa buat mereka terpuruk. Apalagi bagi sebagian cewek yang gila dengan penampilan dan bentuk tubuh.

Kata-kata seperti itu tidak akan mempan buat aku. Udah banyak orang yang bilang buat ngecilin badan, betulin gaya berpakaian dan cara berbicara kepada seseorang, termasuk ke cowok. Tapi semua itu buat aku seperti angin lalu.

Menurutku ya, seseorang yang mendengarkan sugesti dari orang lain itu aneh. Iya aneh. Karena sepertinya orang lain itu lebih tau tentang tubuh kita dan kita sepertinya tunduk banget sama sugesti seperi itu.

Klo aku pribadi ya, sugesti seperti itu emang perlu, tapi gak usah sampai terobsesi buat melakukannya. Karena lebih baik merubah diri sendiri dengan sugesti pribadi dari pada dirubah orang lain walaupun pakai sugesti pribadi. Dan itu berlaku buat aspek apapun dalam diriku.

Walaupun semua orang berkata seribu kali tentang hal yang sama tentang aku, aku gak mau merubahnya. Cuma mengurangi sedikit tapi gak sampai terobsesi buat bener-bener merubah.

Itu sedikit opiniku tentang komentar orang lain terhadap diriku. Klo pun aku berubah itu dari aku sendiri bukan orang lain.

Byee...


Anonymous


"Aku akui sedikit iri dengan seseorang yang mempunyai orang yang istimewa didekat mereka. Bukan hanya orang tua atau keluarga yang setia dengan mereka. Tetapi juga orang lain lawan jenis juga ada ketika dia membutuhkan. Bukan ingin bersifat munafik, tapi ini kenyataan. Sekarang ini benar-benar aku rasakan.

Semua rasa itu selama bertahun-tahun aku kubur dan menghapus semua dari otakku. Tapi itu datang lagi. Aneh. Aku baru merasakan dan akan kukubur dalam-dalam."

Hari Kasih Sayang atau Hari Tukar Coklat?

Hallooo. Postingan khusus untuk hari yang tidak khusus

Sudah Februari. dan ini sudah mendekati tanggal 14. Iya tanggal 14 dan itu artinya ada Hari Valentine. Hari yang biasanya di rayakan oleh para makhluk yang mempunyai pasangan, Buat para jomblowan-jomblowati hari valentine itu bagaikan Halloween di bulan Februari. 

Kok bisa halloween? 

Iya Halloween. Gimana nggak coba? Para kaum yang merayakan, mereka merayakannya bersama pasangan, sedangkan para jombo bersama teman sesama jomblo, klo sendiri mentok beli coklat dimakan sendiri. 

Tapi dari dulu aku sedikit ada pertanyaan di otak. Ini hari kasih sayang apa hari tukar coklat? 

Klo disebut hari kasih sayang yang pasti itu setiap hari itu hari kasih sayang masa iya setiap hari itu hari perang dan hari kasih sayangnya cuma satu hari. Sedikit aneh. Atau hari tukar coklat, emang lebih tepat hari tukar coklat. Setiap orang memberi coklat ke orang lain trus dapet coklat yang lain lagi. 

Klo menurutku itu ya, hari kasih sayang itu gak ada. Karena setiap hari itu penuh dengan cinta dan kasih dari setiap orang yang dekat dan perhatian dengan kita. Bayangin deh klo seumpama hari kasih sayang cuma terjadi setahun sekali, apa yang terjadi di bumi? Pasti setiap tempat rusuh dan kacau. Setiap hari yang ada perang dan kerusuhan. Tanpa cinta dan kasih selama satu tahun. Bener-bener tidak bisa dipercaya. 

Jadi setiap hari itu ya hari kasih sayang dan hari valentin itu cuma simbol aja klo di bumi itu penuh dengan cinta dan kasih. 

Tapi masih ada satu pertanyaan lagi, apa cuma setiap hari valentine kalian memberi perilaku istimewa pada orang yang istimewa? 

Sedikit aneh memang. Apa kalian cuma memberikan coklat, bunga, dan perlakuan istimewa lainnya hanya pada hari valentine? Yang pasti nggak kan. Berarti kamu hanya memberi coklat dan bunga satu tahun sekali. Tragis. Dan itu hanya pada hari valentine. Aneh. 

Itu sedikit uneg-uneg tentang valentine. Bukan karena aku kaum jomblo aku membuat postingan model ini tapi ada pikiran yang eehhmm mengganjal.

Daahhh...

Kebiasaan Pindah Kelas

Halloooo ketemu lagi ini. 

Gak kerasa udah tanggal 11 Februari dan itu artinya 'Kuliah Telah Tiba'. Iya kuliah. Setelah kurang dari satu bulan libur dan tidak melakukan pekerjaan yang memberatkan badan. Dan sekarang harus bangun pagi, memeras otak untuk bekerja siang dan malam, dan juga begadang. 

Tapi semua itu udah berjalan selama kurang lebih enam bulan kebelakang yang berbeda adalah suasana kelas. Iya Kelas. Karena pisah kelas sama anak-anak frontal. Aku cuma sekelas sama Felia, Ai, sama Cloudia. 

Aku masih beruntung sama anak-anak itu. Kaji sama Safira ada dikelas lain. Sedangkan Mbongi sama Edelin beda kelas. Mbongi sendiri Edelin sendri. Tragis. Kelas berasa sepi. Lagian kelas juga ceweknya cuma 9 dari 30-an mahasiswa. Dikit kan. 

Biasanya klo dikelas rame-rame dan langsung nyerocos gak kau-karuan, ini tinggal ber-4. Klo ngerjain tugas bareng-bareng pasti berakhir ngegosip. Semoga aja masih tetep kayak gitu. 

kebiasaan klo kelas baru tuh ya mesti ada momen yang aneh dan sedikit garing. Kayak waktu kenalan. Ini nih ada contohnya : 

A : Hallo, namanya siapa? (sambil ngulurin tangan buat salaman)
B : Namaku B, dari kelas mana? 
A : ohh dari kelas Z, kamu? 
B : aku dari kelas Y 
Hening...

Klo udah hening udah berasa anehnya. Apalagi klo udah bener-bener ssiiinggg... udah deh lebih aneh lagii.

Ada lagi ini, klo sendirian dan di kelas gak ada yang kenal sama sekali itu lebih aneh. Duduk di depan sendiri  trus klo dosen udah dateng langsung pandangan fokus ke depan dan nyatet. Klo pun ada yang tanya-tanya jawabannya cuma senyam-senyum najong. He...He...He...

Klo udah kayak gitu pelampiasan ramenya saat kumpul bareng temen deket. Waktu ngumpul pasti sifatnya berubah 360 derajat. Lebih rame lebih gila. Dan itu terjadi pada 2 temenku yang mencar. Mbongi sama Edelin.

Karena udah beda kelas, jadwal gak sama jadi klo ngumpul kita harus punya jadwal masing-masing. Ngumpulnya pasti langsung cerita gimana kelas baru dan anak-anaknya. Selain itu pasti langsung ada gosip baru.

Itu postingan pindah kelas buat semester 2 ini. Tunggu aja postingan buat sem 3.

daahhh....
Copyright 2009 What's up with Bindi's brain? . All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates