Hallo, lamanya gak ngepost.
Kali ini ngepost sambil ngerjain tugas di semester yang baru. Btw, semester ini baru berjalan 2 minggu tapi tugas udah kayak 1 bulan kuliah. Syedih bets.
Oke, jadi salah fokus. Marikpost. Mari kita ngepost.
Jadi ini ceritanya beberapa hari ngumpul sama ibu kedua alias Mama. Iya ibu ke-2 setelah ibu asli. Beliau adalah seorang guru Agama Islam di suatu SD negeri di daerah Lawang.
Gini ceritanya, waktu ngumpul dirumah, Ayah lagi mempersiapkan pemberkasan, gak tau pemberkasan apa lagi. Katanya penghargaan medali emas dari pemerintah karena sudah mengabdi menjadi guru selama 20-30 tahun lebih. Terus aku tanya ke mama, "Lho ma, gak iku pemberkasan kayak gitu?". Beliau menjawab, "Gak usah pemberkasan, udah ribet sama muridnya".
"Heem ma, keliatane susah jadi guru SD, gaji sama perjuangan e gak seimbang". Mama menjawab dengan menggebu-gebu, "Bukan masalah gajian e juga, murid e sama penghargaan dari pemerintah buat guru SD itu kurang. Coba wes bayangin, kamu mendidik anak mulai dari 0. Mulai dari dia gak bisa baca apa-apa sampai bisa baca. Apalagi kalau dia anaknya nakal, gurunya harus bisa mendidik gimana anak ini bisa disiplin".
"Berarti guru SD harus sabar yo ma?". "Heem, dan buat anak kelas 1-2 harus sama guru yang senior, kalau gak bisa-bisa guru-guru junior gak mau ngajar."
Setelah dikasih tau seperti itu langsung mikir harusnya guru SD itu jasanya lebih besar dari guru SMP sama SMA. Guru SD itu mendidik dari awal, menanamkan mainset-mainset yang sekarang kita punya, mengajar mulai dari kita gak bisa baca, nulis, dan berhitung jadi bisa semua. Guru SMP sama SMA tinggal meneruskan, menambahkan ilmu-ilmu yang lain.
Mama berarti orang yang sabar. Beliau udah lebih dari 20 tahun mengajar SD. Masih betah sampai sekarang. Kalau aku mungkin heemm entahlah udah aku tinggal buat hari pertama mengajar.
Untukk semua guru, terutama guru SD terima kasih. Berkat beliau semua kami jadi seperti ini. Kalau bukan karena beliau mungkin kita semua tidak ada yang bisa menulis, tidak ada yang bisa membaca dan tidak ada yang jadi ilmuwan hebat. Terima kasih atas kesabarannya.
Postingan ini aku dedikasikan untuk mamaku terinta dan juga untuk semua guru terutama guru SD se-Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)






