RSS

SKRIPSI Bag. 2


Pada bagian pertama saya sudah menjelaskan enak sama gak enaknya ada FILKOM Apps. Saya juga udah menjelaskan tahapan-tahapan skripsi di FILKOM, di mana saya mencari data, dosen pembimbing dan partner skripsi saya siapa aja.

Di sini saya mau mengatakan sesuatu. Mewakili para pejuang skripsi makhluk-makhluk TEKNIK INFORMATIKA. Jadi gak semua lho anak IT itu bisa ngoding. IYA GAK SEMUA. Termasuk saya. Saya tidak tertarik dalam hal koding. Lalu apa yang membuatmu tertarik waktu masuk ke IT? Oke itu akan saya jawab di post berikutnya ya.

Balik lagi ke topik, jadi kita, terutama saya, berhenti skripsi-an selama 1 semester karena alasan LELAH. Iya lelah soalnya diawal kita udah ngebu banget. Udah menggebu-gebu buat bab 1 sampai bab 3 dalam waktu 3-5 hari. Cari data setiap hari. Yah intinya saya antusias sekali diawal. Lalu apa yang terjadi? Lelah ditengah.

Karena di Apps jeda antara P1 dan P2 cukup dan lumayan jauh jadi saya bisa bersantai sejenak. Padahal kalau aja nih waktu itu saya masih lanjut ngerjain bab 4 sampe bab 5 aja udah deh hidup tenang. Kan bab 4 sampe 5 yang paling krusial. Buat yang ngambil keminatan KC, pasti pada tau kan gimana ribetnya nulis rumus segitu panjangnya, ber-SHEET-SHEET di excel dengan isi angka semua.

Yah pada tahap inilah saya mengalami berbagai kejadian aneh nan epik. Aneh kenapa? Karena kalian bakal ketakutan waktu ketemu sama dosen pembimbing. Buat saya pembimbing 2, walau beliau sudah senior, masih bisa saya atasi. Tapi ribet urusannya kalau saya sudah kepergok pembimbing 1. Berasa 'momok' kalau masuk kampus dan lewat ruangan beliau. Yang kedua epiknya adalah semua sifat-sifat mencocit keluar. Iya semua teman saya kena sindrom skripsi. Sifatnya keluar semua. Mulai marah-marah, nangis-nangis sampe menghilang.

Oke kita percepat. Jadi kita mulai ngebut ngerjain lagi setelah tau ada yang mulai mengerjakan.. Awalnya yang selesai dari kita semua adalah Ed. Setelah Ed selesai, baru nih mulai ada Ham yang udah mulai nebut ngerjain skripsi. Udah P2 duluan. Setelah tau satu-satu mulai mau selesai, mulai deh ngebut ngerjain. Udah mulai buat manualisasi, hitung rumus di excel, yang bener, udah mulai buat gimana kodingnya dan sebagainya.

Jadi kalau dihitung mulai dari P2 hingga sidang saya membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan setengah. Mulai dari manualisasi, koding hingga pengujian. Dari semua tahap yang paling melelahkan itu koding dan pengujian. Saya akan skip bagian kodingnya. Karena buat siapapun anak IT pasti ngerti dan paham banget gimana rasa ngoding buat skripsi. Langsung ke pengujian aja, Buat KC pengujiannya banyak. Ribet sih nggak ya, tapi banyaknya parameter dan nunggu hasil lalu screenshot satu-satu biar nggak lupa trus naruh hasil di excel itu banyak.

Pengujian itu emang nguji banget. Nguji seberapa sabar kalian menunggu sesuatu. Belum lagi kalau seumpama parameter yang kalian masukkan terlalu besar dan Netbeans atau tools apapun yang kalian pakai berhenti. Itu menyedihkan. Udah nunggu berjam-jam eh udah sampai mau selesai dia berhenti. Itu 'MEGELNO' sekaligus 'MBENCEKNO'.

Setelah proses P2 saya selesai, udah mulai konsul buat seminar hasil. Yap di Apps FILKOM seminar hasil terjadwal dengan sangat rapi. Saking rapinya harus ngebut biar bisa kekejar jadwal seminar hasil. Kalau gak kekejar gimana? Ya ikut yang berikut tapi bayar SPP lagi. Ironis.

Kalau gak salah ingat ya ini jadwal P2 saya dengan semhas hanya terpaut 2 mingguan. Jadi dalam waktu 2 minggu skripsi saya udah siap sampai bab kesimpulan dan saran. Sudah paper dan PPT buat semhas. Semhas FILKOM gak semenakutkan fakultas, sejujurnya juga gak tau gimana semhas fakultas lain. Kalau Semhas di FILKOM istilahnya latihan sidang, tapi tanpa dosen pembimbing dan dan dosen penguji. Yang ada waktu Semhas adalah dosen fasilitator.

Apa itu dosen Fasilitator? Beliau yang akan mengvaluasi cara kalian presentasi, PPT dan juga isi paper kalian. Apa ada pertanyaan waktu Semhas. Ada tapi tergantung yang datang. Kalau teman-teman kalian adalah tipe yang selalu bertanya atau menjatuhkan bisa jadi dia akan bertanya pada saat semhas. Setelah semhas selesai ini saat-saat yang paling genting SIDANG.

Persiapan sidang aja udah hectic banget. Jadi jadwal semhas saya sama batas jadwal sidang itu cuma 2 mingguan kalau tidak salah. Jadi selama 2 minggu itu skripsi saya sudah harus benar-benar matang mulai dari dokumen, program, hingga PPT. Hampir setiap hari ke kampus buat konsul lalu cari tanda tangan buat persyaratan sidang. Mulai cari tanda tangan dosen fasilitator buat berita acara semhas hingga tanda tangan dosen pembimbing 1 dan 2 buat dokumen hingga persyaratan sidang.

Jadi waktu saya minta ttd dobim 2 yang kebetulan beliau adalah salah satu wakil dekan jaman saya kuliah, beliau susah banget ditemui. Karena waktu itu tanggal-tanggal ultahnya FILKOM, jadi beliau banyak rapat dan saya harus mendapatkan ttd beliau agar bisa daftar sidang. Saya menunggu didepan ruang beliau dari jam 1 siang hingga jam 6 sore.

Sejujurnya tidak saya aja sih, Mbong juga merasakan hal yang sama. Jadi waktu itu dosbim 2 Mbong mau berangkat haji jadi dia harus menunggu dari pagi jam 6 hingga sore hari. Perjuangan banget kok waktu mau daftar sidang.

Dan tanggal sidang telah ditetapkan. Oh iya di FILKOM dosen penguji baru kita tau ketika daftar sidang. 2 hari setelah proses daftar sidang akan keluar kita sidang dihari apa, jam berapa, ruang mana, dan tentunya dosen penguji. Kalau dibeberapa fakultaskan dosen penguji udah diketahui awal skripsi, kalau kita waktu akan sidang. Benar-benar kejutan kalai di FILKOM. Untungnya saya dapat penguji yang woles, rilex cem dipantai tapi masih serius.

Bayangkan waktu dulu saya kuliah, jam pagi saya jam 9 dan saya mendapat jadwal sidang jam 8 pagi. Itu kayak saya masih di dunia mimpi tapi udah disuruh sidang. Tapi dari kemarinnya saya udah merasa perut udah mau meledak trus kepala pusing. Udah gugup duluan dari kemarinnya. Yah namanya juga proses harus dilalui. Saya berangkat ke kampus jam 7 pagi untuk persipaan sidang. Udah gak bisa mikir apalagi bisanya mikir gugupnya aja. Jam 8 tiba dan semua dosen telah datang dan saya disidang.

Setelah 1 jam berlalu, sidang saya selesai, saya dipersilahkan keluar ruangan untuk menunggu hasil sidang, nilai, dan revisi yang siap menanti. Oh iya sidang di FILKOM cuma ditanya tentang skripsi aja ya bukan tentang matakuliah yang diambil. Kan ada tuh beberapa fakultas ditanya tentang mata kuliah yang diambil dan namanya sidang kompre, Kalau seumpama nih seumpama di fakultas saya ada sidang kompre, tamat riwayat saya. Dari awal saya tertarik ke jaringan, jadi mulai ehmm kira-kira semester 3 atau 4 yang bisa milih mata kuliah saya sudah milih jaringan. Dan sudah berencana memang skripsi di lab jaringan. Tapi setelah mendengar desas-desus skripsi jaringan itu susah lulusnya, pembimbingnya mengerikan, sampai yang paling ekstrem nilai yang dikasih waktu sidang jelek. Kan jadi putus harapan. Trus kepancing katanya kalau ikut lab KC dan ikut beberapa dosen yang terkenal enak bakalan lebih cepat lulusnya. Jadi yah mulai semester 6 ambil beberapa matkul dari lab KC. Walau paham gak paham juga.

Tapi terima kasih banyak untuk para pembimbing, Pak Prince dan Om, atas segala kesabaran karena pernah saya(kami) ruweti. Berkat kedua orang tersebut kehidupan perskripsian saya lebih berwarna. Tapi yang membuat lebih berwarna adalah para mencocit yang tetap SWAG meskipun kita skripsian. Kita masih bisa hedon, kita masih bisa menggila disela-sela skripsian dan memikirkan masa depan. Kalian terbaik memang. Mungkin bila saya tidak bertemu kalian kehidupa perkuliahan saya akan sangat amat datar. Dan untuk my biggest support system, my family, Pak jendral, ibu dan adik dengan pangkat jendral. Terima Kasih. Karena Kelulusan ini untuk kalian terutama Pak Jendral dan Ibu.

Sekian cerita skrispsi saya. Ini hanya ada 2 bagian. Mungkin bila saya akan menulis bagaimana rasanya hidup di fakultas yang berkutat dengan hal goib(gak ada wujudnya) tulisan tersebut akan terbit menjadi buku dengan banyak seri karena kehidupan perkuliahan itu gak ada habisnya. Sekian dan terima kasih. 

SKRIPSI Bag. 1


Pada post sebelumnya saya bilang akan mencerita pengalaman SKRIPSI saya. Tapi saya bingung gimana memulainya. 
Heemm oke saya akan memulai dari satu tahun yang lalu. 

Kalau nggak salah bulan november saya udah mencoba mengajukan judul ke dosen yang saya ingin buat jadi pembimbing. Judul pertama saya fail karena nggak bisa dihitung dan nggak bisa diimplementasi. Oke disini saya udah mulai sedikit drop karena temen yang lain dapet saya belum dapet. Padahal ini baru ngajuin judul untuk pertama kali. 

Selang beberapa minggu saya bilang ke dosen ini kalau ingin satu topik dengan salah satu temen saya dan metodenya saya sama dengan teman saya yang lain. Setelah saya bilang ke dosen ini beliau menyetujui. Di sini saya sudah lega karena udah dapet judul. Di sisi lain sadikit bingung gimana nanti ngerjainnya.

Mau kasih tau dulu, di FILKOM UB semua proses pengerjaan skripsi, mulai dari pengajuan judul hingga nanti sidang skripsi udah tersistem. Jadi setiap mahasiswa punya ID buat masuk ke FILKOM Apps. Semua data skripsi kita, mulai judul, pembimbing, jadwal seminar proposal, porgress 1 hingga progress 2, seminar hasil, sampai jadwal sidang udah ada di FILKOM Apps. Enak sih kita jadi nggak perlu ke bagian akademik tanya kapan jadwal semhas dibuka, kapan jadwal sidang dibuka, semua udah ada di sini. Tapi gak enaknya lagi kalau kita ketinggalan jadwal buat upload dokumen pengajuan judul dan seminar proposal harus lari sana lari sini ke dosen dan akademik. Tapi selebihnya masih banyak enaknya.

Jadi akhirnya saya kembaran sama Ed, salah satu mencocit, topiknya dan metodenya saya kembaran sama Clo, mencocit juga. Pada waktu pengajuan itu dengan PD-nya saya masuk ke ruangan dosen saya dan berkata "Ehm jadi Pak, saya sudah menentukan topik saya. Jadi topik saya sama dengan Ed dan metode saya sama dengan Clo". Keputusan sedikit gila sih buat metodenya. Karena metode itu metode gabungan.

Kegilaan dimulai setelah ide GILA saya diterima oleh beliau. Dengan semangat 45, saya dan Ed memulai mencari data. Mulai muter-muter ke fakultas buat minta data, dateng ke perpustakaan berjam-jam buat nyari data yang enak dihitung, dan sampai akhirnya berakhir di BPTP.

Oke pada bagian ini saya persingkat soalnya bakalan jadi beda cerita kalau saya nulis ini di sini. Setelah data kekumpul balik lagi konsul ke dosen. Oh iya jadi mau perkenalan dosen dulu. Kami ber-6, member mencocit, punya julukan buat dosen pembimbing satu kami yaitu PRINCE. Kenapa dipanggil PRINCE. Saya juga lupa kenapa dipanggil PRINCE. Dosen pembimbing 2 saya dan Ed kami panggil Om. Di sini saya tidak akan menggunakan nama asli dari dosen pembimbing saya ya. :))

Selama masa pengerjaan ini, saya dan kelima teman saya sempat berhenti selama 1 semester. Kok jadi 5 satunya mana? Karena Ed yang paling cepat diantara kita. Jadi setelah kita cari data muter sana muter sini, buat bab 1 sampai bab 3, seminar proposal hingga progress 1, kita memutuskan untuk berhenti. Kita berhenti dibab yang mungkin beberapa orang bilang itu gampang lho tinggal hitung sama implementasi. Tapi bagi saya itu bab yang paling menyeramkan. Untuk bagian perancangan masih sanggup sih tapi kalau udah bagian implementasi. SUSAH.

Untuk pengalaman SKRIPSI Bag. 1 sampai disini dulu. Sampai ketemu di bagian 2 yaa. :))))

사실은 난 한국에서 가거싶어여. 여행이 안인데요, 공부싶어여. 내 장학금 신청서를 제출했었어요, 하지만 나.... 



After 8 months


Huwaaa, setelah hiatus kurang lebih 8 bulan, akhirnya bisa update blog lagi. 

Jadi setelah 8 bulan apa yang telah berubah dari saya? 

Ehmmm lumayan ada beberapa perubahan. Mulai dari usia. Yap saya sudah 22 tahun yang artinya saya semakin tua. Tidak, tidak setua itu. Tapi intinya saya sudah bukan anak belasan tahun lagi. Kalau dari pendidikan ini yang paling saya nanti. SAYA LULUS. Uuuyyeee, dibelakang nama saya ada tambahan beberapa huruf. Setelah berkutat dengan SKRIPSI saya berhasil lulus 4 tahun kurang 2 bulan. Pencapaian yang menurut orang lain biasa saja, tapi kalau menurut saya ini luar biasa. Untuk detailnya saya akan menulis post tersendiri dari pengalaman skripsi. 

Ada lagi selain itu? 

Ehhmm ada. Status saya bukan lagi mahasiswa. Status saya sudah PENGACARA. Yap pengangguran banyak acara. Udah pengangguran banyak acara lagi. Parah banget. 

Ada lagi? 

Heemm emang ya setelah ada berita bahagia pasti dapet berita sedih. Yang terakhir sedih sih ini. Nenek meninggal setelah berjuang melawan penyakitnya 2 bulan kurang di rumah sakit. Yah walaupun saya nggak begitu dekat juga dengan nenek tapi merasa kehilangan. Rest in peace my grandma. Semoga diberikan tempat yang layak di sisi-Nya. Ammiinnn. 

Ya itulah beberapa perubahan setelah saya nggak update blog selama 8 bulan. Waktu yang cukup lama untuk tidak mengupdate blog ini. 

Sampai jumpa di post berikutnya. Byeeee :) :) :) 

Hyehwadong by Park Bo Ram


Halloo, yang suka drama korea pasti udah nonton Reply 1988. Yap salah satu versi drama Reply. Entah kenapa suka banget sama yang ini. Lebih kerasa banget pertemanannya, sama lebih kompleks permasalahannya. Tapi sayang, merasa centrenya untuk love line lebih ke Bo Ra sama Sun Woo.

Jadi gini bukan mau bahas dramanya sih sebenernya. Mau bahas tentang OST. Salah satu OST yang paling aku suka judulnya Hyehwadong yang menyanyikan Park Bo Ram. Mau kasih lagunya disini. Tapi gak tau cara masukin mp3. :((

Entahlah lagu ini tuh musiknya dalem banget. Coba deh cari. Enak banget. Paling suka sama bagian intonya. Lagu ini itu enak didengerin terus terus. Tapi waktu dengerin itu sakit banget. Kayak ngerasa ada sesuatu yang hilang atau rusak trus gak bisa dibalikin. It makes my heart broke dude!

Rasanya itu kayak kamu sayang sama seseorang pengen banget bisa sama dia terus. Tapi dianya gak bisa terus ada disisi kamu. Demi kebahagian dia, kamu harus ngelepasin dia pergi. Iya kayak gitu lagunya. Perih banget didengerin.

 Atau gini, kita punya impian nih. Udah dijalani setengah perjalan buat mencapainya. Eh ada suatu hal yang negbuat kamu berhenti buat nerusin menggapai impian itu. Kalau dipaksa ngejalain yang bakal tersakiti kita sendiri bukan orang lain. Jadi terpaksa dengan sangat kamu harus ngelepas impian itu dan mencari hal lain buat dijalani. Iya sakitnya lagu itu macem gini.

Udah aahh suka banget sama lagu itu tapi klo denger seterusnya jadi sedih.

Cuma mau ngingetin aja, yang kalian lihat diluar itu cuma topeng. Semua orang nggak mau lho wajah aslinya terbuka. Kalaupun mau, kenapa artis pake make up tebal trus ada beberapa yang oplas. Karena mereka gak mau wajah aslinya terlihat. Cukup bagian bagusnya aja yang kelihatan. Sama kayak sifat dan kepribadian. Yang kalian lihat dari luar itu cuma yang bahagia aja, nggak mau ngasih tau bagian yang sedih.

lebih suka lagi kalau kalian nggak memaksa seseorang untuk melepas topeng. Jangankan melepas, buat mengintip aja jangan. Lebih milih ngunci diri dikamar dari pada harus membuka semuanya. Udah bagus lhoo mau berbagi dari pada nggak sama sekali.

Semua orang berhak kok menyimpan rapat apa yang ada dibalik topemgnya. Entah itu baik atau buruk. Daa buat orang-orang yang ingin merampas hak itu, just go to hell dude!!!!!

Lebih Terbuka


Jadi hari ini, iya hari dengan postingan ini di post, ketemu sama para biduan dangdut karaoke. Muahahahahaha iya para biduan, cece, wulan sama icha harusnya kurang satu. Ceritanya hari itu lagi pengen hedon di My kopi O. 

Pengennya coba di tempat baru yang di parkir belakang MOG. Tapi ternyata menunya beda jaauuhh banget sama yang di MX akhirnya kita semua memutuskan untuk pindah. 

Singkat cerita udah pesen makanan trus makanannya dateng. Dimulai lah cerita. Jadi cece itu punya seseorang yang lagi deket trus sama dia yang deketin itu di ehhm kasarnya sih dijahati. Muahahahahaha. Iya cece itu baik baik jahat. Tapi karena sini udah temennya lama jadi udah biasa. 

Setelah cerita panjang lebar intinya cece itu udah ngerasa deket atau nyaman sama orang itu. Tapi karena orang itu baru maksudnya itu orang baru dalam lingkaran kehidupannya jadi sedikit 'keras' mungkin sifat cece. 

Icha bilang klo cece itu harus sedikit lebih terbuka. Lebih bisa mengerti orang lain. Intinya gak harus mikirin diri sendiri tapi juga mikirin gimana perasaannya orang lain. Ehhmm secara gak langsung sihh aku juga merasa itu juga buat aku. 

Mungkin sifatku bakalan lebih parah dari cece. Menurutku cece masih punya sedikit rasa ehhmm pengertian. Walau sedikit. Kalau aku mungkin jika seseorang melakukan hal buruk atau lebih parah aku gak bakalan tanggung-tanggung memutuskan segalanya. Kalau lebih parah aku mungkin akan melakukan hal yang lebih mengerikan. Entah dengan alasan apapun tidak akan berpikir panjang buat ngelakuin hal buruk ke orang itu. 

Mungkin aku juga harus sedikit, iya sedikit aja jangan banyak-banyak, buat terbuka ke orang baru. Orang diluar lingkungan nyaman. Orang diluar lingkaran yang sudah ada. Orang yang ingin masuk tapi akunya yang masih menutup. Mencoba nggak ada salahnya kan. 

Mungkin itu satu-satunya perbincangan yang masuk banget ke aku. Muahahahahahaha. 

Udah aahhh gila sendiri baca postingan yang ini. 
Copyright 2009 What's up with Bindi's brain? . All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates