RSS

Tuhan atau dia


Seseorang itu datang di waktu yang tepat. Dia menjadi teman sekaligus kakak yang memberi petuah kepada adiknnya. Tapi sayang orang itu bukan orang yang tepat. Benar, orang itu hanya datang diwaktu yang tepat, tapi orang itu bukan orang yang tepat.

Tuhan ingin mengujinya. Tuhan memberikan orang itu ketika sedang ada masalah. Tapi masalahnya orang itu berbeda. Iya berbeda. Perbedaan keyakinan yang membuat jarak. Benar Tuhan memberinya orang yang mempunyai keyakinan yang berbeda.

Tuhan ingin membuktikan seberapa kuat imannya ketika dihadapkan pada pilihan seperti ini. Dia sendiri sudah sadar. Bahkan otaknya mengatakan bahwa kalian berbeda. Tapi hatinya berkebalikan.

Mungkin ini pilihan yang berat. Dia hanya ingin kedua hal ini bersatu. Dia menginginkan Tuhannya dan juga orang itu. Tapi masalah ini hanya mempunyai 1 jawaban. Tuhannya atau orang itu.

Akhirnya dia lebih memilih Tuhannya. Dia paham bahwa Tuhan ingin mengujinya dan dia paham jika dia berhasil melewati ini Tuhan akan memberikan yang lebih baik dari oranv itu.


Udah ah kapok. Gak mau lagi. Udah nyesel. Udah ngerusak juga. Jadi gak enak kan. Pusing kalau gini. Gak bisa bebas. Udah ada jarak. Udah gak kayak dulu. Bener-bener ngerusak. Gak suka kalau kayak gini.

Inginnya sih


Malam. Aku masih terjaga walau sekarang jam menunjukkan pukul 12.15 dini hari. Kuat kan. Iya dong kuat tadi siang udah tidur dengan enaknya.

Mau bahas apa malam ini? Mau bahas apapun yang ada dipikiranku dong. Jadi apa yang ada dipikiranku?

Inginnya sih sekali-kali jadi yang egois. Bukan jadi pihak yang mengalah. Inginnya sih jadi yang selalu punya apapun yang diinginkan. Bukan memberikan apapun yang orang lain mau. Inginnya. Tapi gak bisa. Dan untuk hal ini aku juga harus mengalah. Ini udah kejadian yang kedua.

Kalau ini bukan mengalah sih lebih tepatnya. Gak tau apa yang mau dilakukan. Udah kesalip sama yang lainnya. Dan aku sendiri cuma bisa diam sambil menyemangati. Kan akunya juga ingin kayak gitu.
Inginnya sih berusaha bisa dapat. Tapi gak tau berusaha model apa. Udah coba beberapa kali tapi gagal. Yah jadi ya gitu. Keduluan dan berakhir kayak itu. Kalau orang jawa bilang gak teteh. Bukannya gak teteh, tapi gak tau apa yang harus dilakukan. Mau tanya juga agak kayal.

inginnya sih jadi yang diusahakan bukan jadi yang berusaha. Tapi untuk ini sedikit gak mungkin. Inginnya sih langsung dapat. Tapi gak mungkin juga. Masa iya kalau mau dapat sesuatu, gak berusaha bisa langsung dapat. Kan harusnya berusaha dulu baru dapat. Tapi ini terlalu susah buat dimiliki. Pertama karena gak tau gimana model usahanya yang kedua juga bingung caranya.

Sudahlah. Kalau bisa juga datang sendiri.

Ayah = Inspirasi


Kau tau apa yang membuatku sedikit lebih lama untuk tetap belajar? Orang tua. Apalagi ayah. Iya ayah. Walaupun, untuk teman-teman yang tau beliau terlihat menyeramkan, tetapi aku jamin ketika kalian mengenal beliau lebih dekat, kalian akan merasa nyaman. 

Kenapa aku bisa berkata seperti itu? Karena setiap kali aku merasa terpuruk atau malas untuk belajar, beliau selalu berkata untuk tetap semangat. Dan disaat itu aku teringat cerita beliau bisa menjadi sebesar sekarang. Bisa menghdupi keluarganya dan bisa berbagi dengan sesama. 

Beliau sering bercerita betapa susahnya belajar dan mencari nafkah pada waktu itu. Karena keluarga beliau berasal dari desa, maka tidak ada dorongan untuk menimba ilmu sampai jenjang yang lebih tinggi. Kebanyakan dari keluarga ayah adalah lulusan SD dan paling tinggi adalah SMA waktu itu. Dan entah apa yang ada di pikiran beliau hingga berani mengambil keputusan untuk keluar dari lingkaran tersebut. 

Lulus dari SMP, beliau pindah ke kota untuk melanjutkan ke jenjang SPG (saat itu adalah sekolah untuk guru). Walau saat itu keputusan beliau ditentang keras oleh kakek. Tetapi beliau tetap berjuang untuk bisa sekolah hingga jenjang S1. 

Ketika beliau sekolah, beliau sangat merasa kekurangan. Terutama untuk masalah perut. Untuk jaman itu, beliau masih belum mempunyai apa-apa hingga suatu saat beliau pernah jatuh pingsan karena kurang makan dan terlalu banyak belajar.

Selain itu, ketika beliau akan pulang ke rumahnya. Ayah harus berjalan jauh untuk bisa mendapat tumpangan atau naik angkot yang ada pada waktu itu. Menurut beliau, jamanku sekarang jaauuhh lebih beruntung dari pada beliau. 

Karena cerita beliau itu aku jadi bersemangat. Aku selalu berpikir, dari mana beliau mendapat pikiran tersebut. Bukankah beliau bukan dari keluarga yang peduli dengan pendidikan, tapi kenapa beliau bisa berpikir seperti itu. Aku aja hanya terdorong dari orang tua. Bukan dari diri sendiri. 

Sering juga merasa malu. Beliau sudah memberi fasilitas terbaik ehhh akunya malah menggunakan dengan hal yang salah. Ayah aja yang dari keluarga tidak mampu dulunya bisa sekolah sampai tinggi, berjuang untuk belajar dan bisa sukses seperti sekarang. Harusnya aku lebih sukses dari ayah. Karena udah diberi fasilitas lengkap. 

Merasa beruntung punya ayah seperti beliau. Jadi inspirasi dan motivator pribadi. Gak semua orang tua mau kasih inspirasi ke anaknya. Dan ayaku adalah satu dari beberapa orang tua yang memberi inspirasi. Beliau memulainya dari 0 dan berhasil sampai sekarang. 

Kalau ada orangnya, gak mungkin deh bisa ngomong panjang lebar kayak gini. Nangis yang iya. 

Terima kasih ayah untuk apapun yang ayah kasih ke aku dan adik. Terima kasih untuk Tuhan telah memberiku ayah yang baik. Dan terima kasih untuk seluruh inspirasi yang ayah berikan.

Cowok dan Sepeda

Pagi. Niatnya sih kemarin malam, datang dari kampus, buka laptop, langsung buka blog. Eh salah fokus. Datang dari kampus, buka makanan, buka kamar dan tidur. Padahal udah ada apa yang mau ditulis nih di kepala.

Heem awal yang sulit untuk cerita. Jadi gini, coba bayangin yang biasanya bawa sepeda tiba-tiba gak bawa sepeda dan kemana-mana harus jalan atau naik angkot. Kalau aku kebayang gimana susahnya. Jadi gak bebas. Eh tapi gak tau lagi kalau yang udah kebiasaan. 

kalau cewe mungkin biasa ada yang gak bawa sepeda. Mereka masih bisa nebeng ke temen atau kalau punya pacar bisa jadi ojeknya. Tapi kalau cowok. Udah beda lagi. 

Cowok kalau gak bawa sepeda motor beda lagi keliatannya. Kalau dalam konteks yang sama kayak cewek tadi, mereka akan ngerasa 'sungkan' kalau mau nebeng atau ditebengi sama temen. Dalam konteks yang berbeda mereka akan merasa sedikit heem gimanaaa gitu (gak berani ngejelasin disini). 

Cowok seganteng apapun mereka, sepinter apapun mereka, setajir apapun mereka kalau gak sepeda motor pasti keliatan beda di mata cewek. Iya keliatan beda. Kayak kurang gimana gitu. Apalagi kalau cowok liat cewek yang diasukai naik sepeda motor dan dia jalan kaki. Jadinya gimana gitu. Coba kalau cewek, cowok kalau liat cewek gebetannya jalan pasti langsung dikasih tebengan. Kalau cowok ya beda lagi.

Sedikit kasihan juga sih kalau liat kayak gitu. Jadi keinget ada temen yang kayak gitu. Kemana-mana susah, kalau diajakin keluar sedikit susah karena gak ada sepeda. Jadi kita sebagai teman harus sadar gitu. Gak keberatan juga sih punya temen yang kayak gitu. Tapi dia nya yang pasti ngerasa sungkan. Mau jalan, nebeng ke mana-mana nebeng (ceritanya curhat sedikit, pernah kayak gitu).

Entahlah mau nulis apalagi. Aslinya sih masih banyak yang ada di kepala. Tapi kalau diterusin jadi sedikit gimana gitu. Jangan deh.

Maaf aku menulis tulisan ini bukan untuk mengejek atau merendahkan seseorang. Aku hanya impressed dengan seseorang. 

Ini hanya seonggok cerita


Seperti biasa, para pencari ilmu (semut merah) menjadi seonggok programmer di fakultas. Iya kami ke kampus walau gak ada kuliah. Kalau kalian tanya mau apa ke kampus tapi gak kuliah jawabannya adalah kami mengerjakan big project. 

Iya project besar. Kedengarannya keren kan. Segerombolan programmer mengerjakan project. Setiap orang berhadapan dengan 1 atau lebih laptop. Serius sama kodingan di hadapannya. Nggak itu nggak benar. Yang kalian bayangin salah. Apalagi yang pernah lihat film Matrix yang di komputer ada tulisannya banyak, itu kesalahan besar. 

Ketika kalian berpikir seperti itu, kamu seoongok programmer hanya berhadapan dengan bahasa-bahasa alien. Dan bahasa yang paling absurd adalah bahasa biner. Iya yang tulisannya cuma 1 sam 0 aja. Gak keren sama sekali.

Dan yang sedikit menggelikan adalah ketika orang lain berkata, "waah kuliah di IT ya, kuliahnya keren walau susah. Gak papalah susah sedikit tapi nanti kerjanya enak, bayarannya juga gede". Iya itu sebagian doa dan sebagian lagi gak tau apa. 

Aku merasa kami yang merasakan kuliah seberat ini dan orang lain berkata nanti kerjanya enak. Sedikit ironis. Aku dan seoongok semut programmer belum kepikiran mau kerja apa. Bahkan untuk kerja, mau ngambil konsentrasi apa aja kami bingung. Kalau ada yang bilang seperti itu lagi aku ingin bertanya, "Memamngnya kamu tahu kerjaan enak untuk kami seonggok programmer? Memangnya kamu tau kami nanti akan kerja seenak apa?"

Sedikti jahat memang. Tapi kami seoongok semut programmer merasakan hal yang sama. Entahlah dengan orang lain. Tapi ini ini. 

Bosan kuliah


Ini ngeblog waktu makulnya mas Aryo. Iya dosen ketceh sefakultas. Kalah ditanya kenapa ngeblog di jam kuliah jawabnya udah bosen kuliah. Udah baca kan postingan sebelumnya. Kalah udah pasti udah tau.

Iya itu alasannya. Udah mulai muak sama kuliah. Udah bosen pakek banget. Ini otak sama badan udah penge  rasanya di install ulang. Udah melemot ini kepalanya. Udah mulai berasap ini kepala.

Sudah sudah, udah terlalu sering mengeluhhh.

Copyright 2009 What's up with Bindi's brain? . All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates