Seperti ritual pulang kuliah biasanya, aku lewat JL. ijen. Tetapi ada pemandangan berbeda di salah satu rumah di jalan Ijen tersebut. Setelah lewat di depan rumah tersebut, ternyata ada acara "SIRAMAN dan MIDODARENI".
Buat orang Jawa, istilah tersebut sudah tidak asing di telinga, tetapi untuk orang luar Jawa pasti bertanya-tanya apa itu. Oke, aku akan menjelaskan.
Upacara siraman dalam adat Jawa biasa dilakukan sebelum sang pengantin mengadakan pernikahan ke esokan harinya. Siraman diadakan agar si calon pengantin mantap dalam melangsungkan pernikahan, selain itu juga meminta restu orang tua. Kalau midodareni itu malam terakhir di mana sang calon pengantin menjadi seorang lajang, pada malam tersebut, calon pengantin berada dalam kamar ditemani oleh para sesepuh wanita untuk diberi wejangan.
Oke, cukup buat penjelasannya, sekian dan terima kasih.
heeii author, mana intinyaaa???
Oh iya, intinya.
Jadi begini, selama perjalanan pulang, aku memikirkan "kapan aku jadi kayak gitu?". Oke, ini penjelasan awal, sebenarnya aku seorang mahasiswa semester muda dan aku juga tidak berpikiran aku ingin cepat-cepat seperti itu.
Tapi aku hanya berpikir "akan menjadi apa ya aku 10-12 tahun ke depan?" atau "aku bakalan nikah sama siapa ya 10-12 tahun ke depan?". Beberapa pertanyaan itu berlalu-lalang di kepalaku akhir-akhir ini. Setiap kali melihat orang pulang dari kantor atau pulang dari tempat mereka bekerja aku selalu bertanya-tanya "aku bakalan jadi kayak gitu gak ya?" atau ketika melihat sepasang pengantin aku juga selalu berpikir "dengan siapa ya aku nanti seperti itu?".
Ya pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang sulit di tebak di dunia ini. Mulai dari kita mencari nafkah itu dimana sampai dengan siapa nanti kita menghabiskan sisa hidup kita di dunia.
Itu dulu postingan dari aku dannnn sampai jumpa di postingan berikutnya







0 komentar:
Posting Komentar