RSS

Doraemon~


Terkadang butuh juga sosok doraemon di dunia nyata. Iya doraemon. Bukan pacar. 

Kalau ada doraemon semua hal ajaib itu bisa terjadi. Bukan juga Tuhan gak bisa membuat sesuatu yang ajaib. Tapi ini lebih tentang imajinasi. 

Ketika aku mempunyai doraemon, hal pertama yang aku lakukan adalah melihat bagaimana masa depanku. Iya masa depan. Kayak 8 tahun lagi aku akan bekerja seperti apa. Aku akan berubah seperti apa. Kayak berubah lebih cantik atau lebih seksi gitu. 

Yang lebih penting aku bekerja di negara mana. Aku sangat penasaran. 

Kenapa pendamping hidup gak masuk juga di situ? 

Kenapa ya? Ehhmm susah juga. Karena lagi gak mau mikirin itu. Lagi gak mau mikirin sampai dengan siapa aku nanti. 

Mungkin untuk wanita normal, ketika mereka mempunyai doraemon hal pertama yang mereka lakukan adalah dengan siapa mereka kelak. Bagaimana kehidupan dengan seseorang itu. 


Random lagi


Sedatar apapun kehidupan orang tetap aja kayaknya dataran aku. Walaupun ada beberapa kejadian yang gak bakalan aku tulis di sini, tapi yaahh tetap aja. Entahlah apa yang membuat kehidupanku satu tingkat lebih datar dari semua orang. 

Walaupun kalau ditulis di sini semua, ada juga kejadian yang nakal. Ada juga kejadian yang sedikit, ehhm lebih tepatnya sangat, memalukan. Tapi menurutku itu hal biasa ._. 

Karena itu isinya blog ini cuma sebagai pengingat hal yang menurutku satu tingkat lebih meriah dari kehiduapan yang sebelumnya. 

Iya cuma naik satu tingkat. 

Gak keren banget coba. 

Tapi menurutku keren kok. Apapun itu tetap keren. 

JOMBLO


Setelah sekian lama udah gak buka blog lagi. Akhirnya dibuka juga. Udah berdebu ini blog dan udah banyak rumahnya spidermen di sini. Iya spidermen. 

Hari ini, waktu yang biasanya masih berkutat dengan laporan-laporan yang sedikit melelahkan, aku meluangkan waktuku untuk sedikit membua coretan di blog ini. 

Yaelaahhh, bahasanya berat banget.

Hari ini mencoba untuk blogwalking dan aku menemukan satu, yang bisa dibilang menarik, diantara 5 blog yang aku kunjungi. Blog ini sedikit ehhmm rasis. Iya rasis. Bukan rasis yang jelek-jelekin satu suku atau ras, bukan itu. Tapi rasis sama yang namanya suku Jomblo. 

Merasa dirinya JOMBLO jadi kesinggung. 

Isinya tuh ya ngenes. Lebih ngenes ketika ngempet pup yang gak bisa keluar tapi perut udah sakit gak karuan. Kenapa aku bilang ngenes? Soalnya penulis itu berasa orang yang paling sial karena dia JOMBLO. Iya sial. Kayak lagi kuis dadakan dan dosennya killer. 

Aku sebagai seorang jomblowati yang berbahagia sedikit gimanaaa gitu bacanya. Separah itukah menjadi seorang jomblo. 

Udahhh bilang aja situ juga ngenes. 

Bukan untuk menghibur diri sendiri sih. Tapi jomblo itu enak lho. Karena aku orangnya gak mau diatur sama orang lain jadi ya suka-suka aja. Bukan berarti jomblo itu GAK LAKU lho. 

Ada orang yang ngejomblo karena dia merasa mempunyai semuanya. Bagi cewek, kerena ini yang aku rasain, ketika dia bisa melakukan apapun yang bisa dilakukan anak cowok dia gak bakalan nyari cowok. Sekadar untuk berpikir aku ingin punya pacar aja nggak. 

Ada juga nih yang ngejomblo karena pasangan lawan jenisnya lebih dominan. Kayak gajah. Iya binatang gajah berbelalai panjang. Betinanya akan memimpin kelompok untuk berpindah tempat dan dia akan memilih pejantan yang benar-benar tangguh. Ya kayak gitu perumpamaannya. 

Karena aku cewek, aku akan kasih contoh yang lebih manusiawi. Kalau ada cewek yang udah kaya, punya mobil, mandiri dan juga pintar pasti lawan jenisnya sedikti takut dong. Kalau ada cowok yang 'lebih rendah' dari dia pasti malu dan si cewek bakalan milih yang lebih dari dia. 

Dan satu lagi ini yang biasanya terjadi sama cewek. Kalau mereka udah kapok sama percintaan, mereka bakal memilih jadi jomblo dulu dengan batas waktu tertentu. Atau cewek yang punya trauma karena sesuatu dia lebih memilih jadi jomblo dari pada terikat hubungan sama seseorang. 

Kalau dari tulisan di atas sih jadi jomblo itu bukan karena gak laku. Tapi ada faktor lain selain itu. Jadi jomblo itu juga enak kok. 

Jomblo itu suatu kebebasan. Kayak Indonesia abis bebas dari penjajahan gitu. Kita bisa mengeksplor diri kita sendiri. Menikmati waktu dengan diri kita sendiri. Dan yang paling penting jomblo itu gak selamanya SENDIRI. Seonggok jomblo juga punya orang tua dan teman yang bisa diajak main. 

Walau jadi JOMBLO gak usah ngenes-ngenes banget deh. Masih ada hal lain yang bisa dilakuin selain punya pacar. 

Gagal


Mungkin mereka jarang terjatuh. Walaupun terjatuh tidak pernah sesakit itu. Aku pernah berkali-kali terjatuh. Bukan maksud sombong atau membesarkan diri di sini. Aku mungkin satu-satunya orang ambisius yang sering terjatuh. 

Pertama kali terjatuh adalah ketika peralihan dari SMP ke SMA. Itu nyesek. Dengan nilai, yang mungkin menurutku rendah, aku hanya bisa masuk SMA itu bukan SMA yang aku inginkan. Yang kedua mungkin ini waktu dari SMA ke kuliah. Pernah ketolak beasiswa. Ketolak undangan. Ketolak di universitas yang di mau. Institut yang dipengenin malah cuma nyaring anak di kalangan tertentu. 

Gagal disemua hal yang diinginkan. Mungkin hanya sedikit yang pernah. Tapi untuk kali ini aku gak akan menyerah. Apapun itu. Walaupun harus bolos kuliah. Entahlah, mungkin orang lain akan bilang itu gila. Tapi tidak untukku. Aku sudah kehilangan banyak kesempatan. Tapi kali ini tidak. 

Mungkin selain itu, dari semuanya aku paling menyesal gagal masuk renang pada SD. Yah itu menghilangkan semua kesempatan emas yang ada. Coba gak berhenti secepat itu. Coba gak pernah nyerah. Yaahhhhhhh. 

The Second Time I met 'HIM'


AAHHHHHHHHHH!

Ketemu lagi. Ini benar-benar gila. Dan aku menyapa. Aku tersenyum dan mengatakan "Hai!". Gilakan. Walaupun aku gak tau apa yang aku suka dari dia. 

Aku berani taruhan dengan diriku sendiri. Setelah selesai kelas sabtu ini, aku pasti akan melupakan siapapun di kelas itu. Kalau ketemu pasti aku juga sudah lupa siapa dia. Bukannya sombong. Tapi pasti itu. Semua orang setelah selesai kelas, kalau seumpama gak satu kelas lagi dia pasti melupakan.

Unexpected meeting


Aku lupaaaa. Aku bertemu dengan orang yang benar-benar tidak aku sangka aku bertemu. Hari itu aku bertemu dengannya. Lebih tepatnya rabu. 

Hari itu aku punya jadwal kelas di RKB dan dia entah dari mana ada di gajebo perpustakaan. Aku duduk di gajebo perpustakaan itu menunggu salah satu temanku. Setelah sesi menunggu selesai aku menuju ke rektorat, 'numpang' sholat di sana. 

Tidak disangka, dia juga berjalan ke arah rektorat sambil berkutat dengan hpnya. Aku ingin menyapa tapi tapi gak bisa. 

Yah bagi kalian yang mengikuti blog ini dari awal pasti tau kenapa aku tidak bisa menyapa. Aku benar-benar ingin menyapa atau setidaknya berkata 'hai', tapi itu benar-benar susah. 

Oh ya dia itu teman satu kelas les di EF. Masih baru kenal mungkin 1 bulan yang lalu. Seumur-umur les di EF, aku tidak pernah bertemu dengan temanku sekelas diluar jadwal les. Dan kali ini aku bertemu dengannya di kampus. Kebetulan yang sangat keren. 

Padahal aku sebenarnya ingin bertemu sama mas yang ada di kelasku yang dulu. Walaupun aku tau diri, mas itu angkatan tua. Bahkan bisa dibilang hampir lulus. Dan aku masih baru. Jadi kesimpulannya sudah sangat jelas presentase bertemu sangat sedikit. Sampai detik ini pun aku masih berharap bertemu mas itu. Padahal masnya asli kota ini, tapi coret alias 

Kembali lagi ke dia, yang namanya takkan kusebut di sini. Saat hari sabtu les berasa awkward sendiri. Entah karena aku tau dia teman sekelas tapi gak nyapa waktu ketemu atau hanya perasaanku saja. Padahal dia juga biasa. Dan lama kelamaan juga biasa. 

Yah walaupun aku bukan bertemu sama orang yang diharapkan, bertemu sama yang lain juga senang kok. Walaupun gak bisa nyapa. 

Blog


Mungkin untuk kali ini aku setuju dengan seonggok novel. Dalam novel itu dituliskan saat ini blog sudah seperti diary elektronik yang bisa diakses oleh seluruh orang di muka bumi ini. Aku 100% sanggaaattt setuju. 

Blog sekarang sudah seperti diary. Tempat sampah bagi seseorang untuk menumpahkan semua emosinya. Tempat sampah bagi orang yang lebih senang membuang semua perasaan negatifnya di sini. Mungkin ada baiknya juga. Tapi itu sedikit mengerikan. 

Tapi satu hal. Aku termasuk orang yang memanfaatkan semua teknologi 'diary' ini untuk melampiaskan pikiranku. Berpikiran negatif dan disimpan dalam hati sendiri itu bagai menyimpan tumpukan sampah dan suatu saat akan pecah dan menimbulkan bau yang sangat tidak sedap. Makanya pikiran negatif itu lebih enak ditumpahkan di sini.

Mungkin kata novel itu blog itu 'safe zone'-nya makhluk seperti itu. Tidak ada yang perlu ditakutkan bila seseorang hanya membaca atau mungkin mengomentari semua tulisan. Kita tidak terlihat di 'safe zone' ini. Separah-parahnya di sini, mungkin hanya kehilangan pembaca atau menerima komentar dengan nada sinis. Itu tidak penting. 

Di Indonesia saja masih belum ada undang-undang yang membatasi penggunaan 'diary' ini. Kita bisa menggunakan kata apapun di sini. Mulai pujian-pujian selangit atau mungkin makian-makian yang sebenarnya kita tujukan pada seseorang di dunia nyata. 

Aku sangat bersyukur hidup di jaman ini. Bisa melakukan atau bahkan merasakan dengan teknologi macam ini. Tidak perlu terlihat ketika kita sedang merasakan sesuatu. Hanya perlu membukanya dan menulis di lembaran kosong ini. 

Terima kasih untuk siapapun yang membuat teknologi ini. Sangat-sangat membantu. 

NB : Aku ingin setidaknya ada 1 komentar di setiap postingan blogku. Walaupun tanpa komentar aku juga senang :) 
Copyright 2009 What's up with Bindi's brain? . All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates