"Ketika kau merasa kesepian aku akan memainkan musik untukmu dan aku akan bernyanyi untukmu" dia mengatakan hal itu dengan tersenyum.
"Oke, bila kau akan melakukan itu untukku, aku akan menjadi penunjuk jalanmu ketika kau tersesat dan aku akan menjadi tempatmu bersinggah ketika kau tidak mempunyai tujuan" aku berkata kepadanya.
Lalu tiba-tiba aku menangis dan seketika aku sudah berada di sebuah pusara seseorang.
"Kau belum memenuhi janjimu, bahkan aku belum melakukan apapun untukmu". Dan aku menangis.
Itu bukan dari naskah sebuah novel. Itu mimpiku. Iya mimpi. Kalian pasti tertawa dan berkata pasti anak ini terlalu sering melihat drama korea atau novel tentang romansa. Tidak, aku tidak pernah menyukai novel romansa, tapi ya aku sering melihat drama korea.
Tapi itu yang ada dikepalaku. Bahkan ketika aku terbangun, mataku sembab dan sesak. Iya sesak. Seperti aku telah kehilangan seseorang.
Kalian pasti bertanya-tanya siapa yang aku mimpikan. Jawabannya adalah aku tidak tau. Iya tidak tau. Jangan tanya bagaimana aku tidak walaupun itu mimpiku. Aku hanya tersadar ketika aku bangun sudah sembab.
Sedikit aneh memang. Aku bukan tipe orang yang akan memikirkan mimpi, bahkan aku bukan orang yang mempunyai mimpi ketika tidur. Tapi ini aneh sampai aku harus menangis dalam mimpiku.
Sudah lupakan oke. Mimpikan hanya bunga tidur.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar