RSS

The Greatest Parent in The World


Postingan kali ini akan aku dedikasikan untuk orang tuaku. Aku bangga punya orang tua seperti beliau. Mereka memberikan apapun yang mereka punya dan mereka bisa untuk anaknya. Mereka bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan yang aku dan adik perlukan. 

Ibuku bukan seseorang yang mempunyai pendidikan tinggi dan ayahku bukan seorang pegawai dengan gaji di atas puluhan juta. Tapi dengan hal itu mendorong mereka untuk bekerja lebih keras. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuka usaha di tahun pertama pernikahan mereka pada tahun 1993. 

Usaha itu gak semulus sekarang. Mereka meminja modal dari banyak orang hingga mempunyai pinjaman di bank sampai puluhan juta rupiah. Modal utama klien kepada orang tuaku hanya satu kepercayaan. Karena hal itu mereka bekerja keras untuk menepati semua barang yang klien pesan. 

Puncak kesuksesan usaha beliau ketika awal tahun 2009. Banyak paket pekerjaan yang masuk dan banyak juga permintaan-permintaan peralatan berat. Karena waktu itu hanya mempekerjakan 4 orang termasuk ayah dan ibu mereka tampak kesusahan. Mulai membuat SPJ sendiri perencanaan keuangan hingga laporan pajak bulanan maupun tahunan mereka mengerjakan sendiri. Ketika barang datang pun mereka tidak bisa langsung mempercayakan orang untuk mengecek, mereka akan langsung turun tangan. Begitu pula ketika barang keluar. 

Dari selang waktu 10 tahun tersebut tahun itu adalah tahun yang paling sukses. Dari hasil berbagai paket pekerjaan tersebut beliau bisa naik haji berdua, membangun rumah manjadi lebih layak dan membelikan aku dan Dini sepeda satu-satu. Bukan hanya itu di bulan yang sama juga beliau juga membeli mobil baru untuk kebutuhan kerja. 

Sampai sekarang usaha yang ayah dan ibu rintas mulai besar. Usaha ini telah banyak menghidupi orang walau hanya di kalangan keluarga. Tapi itu sudah bisa membantu siapapun. 

Aku belajar banyak dari orang tuaku. Mereka bisa membesarkan anak-anaknya dengan baik hingga aku dan Dini bisa masuk ke sekolah yang kami inginkan. Beliau juga bisa menghidupi banyak orang dengan usahanya. Dan juga yang aku sangat salut walau ketika beliau sibuk dengan pergi keluar kota untuk cek barang beliau masih sempat memperhatikan anak-anaknya. Apakah anaknya sudah makan, sudah solat dan mengingatkan hal-hal kecil lainnya. Aku merasa sannggaatt banggaa mempunyai orang tua seperti mereka. 

May be the greatest parent in the world is my parent, Tn. Subandi dan Ny. Ninik Chotimah. Mungkin aku dan Dini tidak bisa memberikan kebahagiaan sebesar kalian memberikan kebahagiaan bagi kami. Mungkin juga apapun yang kami lakukan walaupun kami melakukannya dengan seluruh kekuatan yang kami punya nggak akan bisa menandingi apapun yang kalian berikan kepada kami. 

Semoga Tuhan selalu memberikan umur yang panjang agar beliau bisa melihat saya dan Dini menjadi orang yang sukses. Setidaknya memberikan senyuman termanis ketika melihat kami sukses menjalankan pekerjaaan yang kami lakukan. Dan kami masih membutuhka doa-doa kalian ketika kalian sedang bersimpuh menghadap-Nya. 

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 What's up with Bindi's brain? . All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates