Hallooo, aku kembali dengan cerita yang cukup membuat hari para wanita sedikit sesak.
Bukannya kamu wanita?
Ohh sepertinya aku sedikit lupa siapa kamu? Lanjut deh
Karena banyak keselanya langsung aja.
Beberapa hari ini aku mendapat banyak cerita dari teman-temanku. Kalian bisa tebak sendiri apa yang mereka ceritain. Ya. Rata-rata mereka semua bercerita tentang cinta. Mulai dari mereka sedang jatuh cinta, putus cinta, hingga ingin move on.
Oke karena aku tidak pernah merasakan hal itu maka aku menjawab dengan logika bukan dengan hati. Dan mereka sepertinya sedikit sulit menerima jika cinta dibandingkan dengan logika. Kata mereka 'cinta itu urusannya sama hati bin, bukan sama otak. Klo kamu mikir sama otak gak bakalan sampe bin'.
Klo aku, karena belum pernah mengalami hal tersebut, menjawab dengan logika. Asal kalian tau, aku hidup dengan logika, bukan dengan hati. Bila kalian berpikir dengan hati apa yang ada di otak kalian. Yaahhh walaupun sekali-kali dengan hati, tapi itu beda masalah.
Jadi salah satu temanku bertanya 'bagaimana carra move on dari si A? aku masih gak bisa ngelepas dia'. Maka aku akan menjawab 'yah udah tinggal lupain aja kok susah, klo susah pikir aja kejelekannya, pasti langsung bener-bener gak suka dan akhirnya lupa'.
Klo aku sudah jawab model kayak gitu, mereka pasti ngomong, 'kamu kan gak pernah jatuh cinta, ehh jangan kan jatuh cinta suka sama cowok aja kayaknya gak, klo move on model gitu ya susah laahhh'.
Dan aku akan langsung menjawab 'klo gitu gak usah jatuh cinta aja sekalian, kan beres tuh gak usah ngerasain patah hati sama move on'. Kali ini benerkan aku ngomong. Tapi jawaban mereka tambah ngaco menurutku.
Katanya malah gini 'klo kamu gak punya pengalaman cinta, ntar klo udah punya anak apa yang bakalan kamu ceritain ke anak kamu? masa' kamu mau cerita kalo kau langsung dapet ayahnya, gak mungkinkan, mending coba aja pacaran, klo gak cari aja dulu'.
Oke, yang tadi itu jawaban paling kacau. Tapi coba pikir, siapa yang butuh cowok klo kita bisa sendiri. Maksudku, siapa yang butuh pacar klo semua yang kita lakuin bisa seru klo sendiri.
Klo punya pacar itu kalian harus selalu menjelaskan apa yang kalian lakukan setiap menitnya di dalam kehidupanmu. Jadi kayaknya nih pacar sama asisten pribadi 11-12, mirip.
Maksudku coba bayangin aja, aku punya teman nih, klo aku sedang pergi sama dia, dia mesti harus ijin sama pacarnya. Waktu aku tanya kenapa harus ijin jawabannya sedikit kurang memuaskan 'ya kan harus aja, masa aku keluar sama kalian aku gak ijin sama dia'. Itu sedikit tidak wajar meennn.
Dan terkadang teman yang pacaran dan putus cinta apalagi klo di fase move on itu sering menjengkelkan. Gimana nggak coba? Bayangin deh klo kamu mau jalan nih, terus ternyata ada temen kamu yang pacaran ngomong gini 'maaf ya aku mau kencan nih', itu rasanya kratak meennnn.
Klo putus gitu nangisnya ke sini. Salahan klo nangis gitu kayak telenovela banget. Sambil nangis sambil bilang 'dia itu cowok gak tau diri, masa abis putus langsung bla bla bla...'. Sedikit kelewatan emang, tapi yah seperti itu gambarannya.
Klo aku pribadi yah, klo kamu udah gak suka sama orang ya udah tinggalin aja, buang jauh-jauh semua pikiran dari orang itu dari kepala kamu, selesai deh.
Yah itu sedikit cerita tentang responku ketika ditanya sama temen, oke
byeeee







0 komentar:
Posting Komentar