RSS

Kesalahan


Kayaknya kekuranganmu emang gak bisa bersyukur. Bukannya bersyukur dikasih kayak gitu eh malah nyacat. Sadar dong Bin. Semua orang itu punya kekurangan dan kita harus nerima. Bukan kayak tadi.

I felt ...


Bukan ini yang ingin aku rasakan. Bukannya yang kayak gini. Tapi yang biasa. Yang normal. Gak ada acara kalo ketemu takut, kalau apa takut, takut kalau ketemu di tempat umum. Dan itu lebih parah. Aku gak suka kayak gini. Kalau gini seperti bukan menjadi "NINDI" yang sesungguhnya. Bukannya aku menjadi bebas tapi aku malah menjadi tertekan gak karu-karuan. I feet like i see the same person in everywhere and it makes me crazy. Tetap tenang aja deh. Apapun tenang. Oke :) 

Puber?


Hallo, Kali ini kotaku benar-benar dingin. Hampir setiap hari hujan. Meskipun berhenti hujan untuk beberapa hari mendung masih bergelayutan di atas kota ini. 

Aku masih bingung dengan apa yang aku alami. Aku sedikit merasa bahwa setiap orang yang aku kenal, aku temui dan yang baru mengenal menarik diri dari aku. Atau aku yang menarik diri dari kehidupan sosial. Padahal pada tahap ini harusnya aku mempunyai banyak teman dan memperluas pergaulan. Tapi ini. Ehhmm. Atau mungkin ini sindrom puber. Gak taulah. Mungkin aku saja yang menarik diri. 

Story 6


"Tar, sejak kapan kamu kenal sama Nattan?", tanyaku sambil berbisik. "Udah satu semester kali Vit, dia kan ikut basket dan kamu tau Vit? Permainannya keren banget", saking menggebunya Tara ketika berbicara tentang basket, anak yang dibicarakan sedikit merasa. "Udah Tar, orang yang gak tau tentang basket gak bakalan tertarik kalau kamu bicara kayak gitu". 

Sebelumnya Vitt menanggapi apa yang dibicarakan sama Nattan, guru sudah masuk kelas. "Selamat pagi anak-anak, untuk kelas baru kali ini saya adalah wali kelas kalian. Bagi yang kelas 2 kemarin tidak diajar saya, nama saya Bu Endang dan saya akan menjadi wali kelas kalian untuk satu tahun kedepan". 

"Yes!". "Kenapa Ri?". "Seneng aja wali kelasnya Bu Endang dan kamu beruntung bisa deket sama ibu kamu" , goda Ria. Sudah 3 tahun Vitta diajar oleh Bu Endang dan Bu Endang sendiri sudah menganggap Vitta sebagai anaknya. 

"Oke sebagai permulaan saya akan memilih ketua kelas. Saya ingin Ferdi Ramadhan sebagai ketua kelas dan sebagai wakilnya Vitta Rezkia", dengan puasnya Bu Endang memilih Vitta dan Ferdi sebagai perangkat kelas. 

"Tuh Vit, harusnya kamu bersyukur wali kelas kita Bu Endang, kamu bisa deket sama Ferdi", goda Tara yang membuatku sedikti malu. "Ya Ampun Vit, kamu udah pacaran sama Ferdi?" tanya Ria setelah mendengar Tara berbicara. "Belumlah, si Ferdinya masih malu, Vittanya masih sedikit gimana gitu". "Ah udah Tar hadap depan sana", pukulku ke bahu Tara. "Eh dianya malu, hahaha", Goda Tara sambil menghadap depan. 

*     *     *
Bel panjang pun berdering. Setelah kurang lebih 8 jam belajar di sekolah akhirnya kami semua bisa keluar dan menghirup udara bebas. 

"Tar kamu kemana habis ini?". "Gak tau Vit, masih belum ada les kan?". "Jalan yuk Vit, Tar? Cuma cari tempat makan aja". "Ehhmm boleh juga Ri, ayo deh!". Kataku bersemangat sambil menarik tangan kedua temanku. "Eh bentar, boleh ajak Nattan gak?". Aku hanya bisa tatapan sama Ria. Dan akhirnya "Gimana Vit? Ehhmm boleh deh Tar".

Setelah 15 menit perjalanan dan sekarang kita semua ada di mobilnya Nattan akhirnya sampai juga di salah satu fast food paling ramai di kota ini. 

"Mau makan apa? apa cuma mau ngemil?" tanya Ria dengan semangat. "Aku makan deh Ri, yang paket besar aja, minta dadanya yang gede ya" aku pesen ke Ria sambil ngasih uang. "Aku burger aja deh Ri, Nat mau apa?". "Aku sama kayak kamu aja Tar". Setelah Ria antri kami pun mencari tempat duduk dan mendapatkan tempat duduk paling enak, dekat cendela. 

"Eh bentar ya mau ngasih uang ke Ria sama mau nambah lagi". Kalau Tara ke Ria aku bakalan sama Nattan dong. "Udah ntar aja ngasihin uangnya" kataku sambil menahan bingung. "Aku mau pesen juga, mau nitip lagi Tar, Nat mau minum apa?". "Aku 7Up aja Tar". "Oke, kalian jaga tasnya ya". 

Setelah Tara meninggalkan mereka berdua, hanya ada suara dari Balckberry Nattan dan suara lirih Vitta bernyanyi. Suasana saat itu terasa sangat aneh. Akhirnya salah satu dari mereka mulai berbicara. 

"Nat, udah lama ya kenal Tara?". "Satu semester, kenapa?" jawab Nattan dengan muka acuh tak acuh. Kenapa juga aku bicara sama anak ini. "SIAL!". "Kamu tadi bilang apa Vit?". "Eh oh nggak kok Nat". 

"Hallo anak-ana apa kalian sudah lapar?" kata Ria yang berlaku sebagai mama. "Lumayan, Oke mari kita makan!" aku pun langsung mengambil makanan pesananku. "Hei tunggu, cuci tangan dulu" dengan gaya seperti ibu-ibu, Nattan memukul tanganku lumayan keras. "Ya ampunn biasa aja kali kalau gak suka udah pake mukul!". "Kalian kenapa sih?" tanya Ria yang meilihat kami heran. "Udah-udah, ayo Vit aku temenin cuci tangan" kata Tara sambil menurunkan suasan yang sedikit aneh lagi. 

Kenapa sih Nattan, asal mukul aja, bilangan biasa kan juga bisa" cecarku kepada Tara. "Dia gitu Vit, orangnya gila bersih, kamu liat aja mobilnya cling gitu" kata Tara dengan ada nada sedikti aneh. "Kamu juga sih make acara ngajakin dia segala, masih mending ngajak ehhmm Ferdi". "Ya ampun kalau itu sih kamu aja yang jalan berdua sama dia" kata Tara dengan sedikit menyenggol. "Eh aku mau cerita tapi nanti aja kalau udah pulang". "Ah paling Ferdi lagi" tebak Tara asal. "Aku juga mau cerita deh Vit, tapi ntar aja". "Kamu udah punya Tar? Hayo siapa?". Gak kerasa percakapan yang mulanya marah-marah jadi percakapan gak jelas. Kami pun makan dan tenggelam dalam pikiran masing-masing

to be continue

Sedikit pemikiran "23 MEI"


Hallo, postingan khusus ini untuk tanggal 23 Mei. Kalian tidak tau ada apa dengan tanggal itu? Itu tanggal dimana kita harus memilih walikota dan wakilnya untuk masa jabatan 5 tahun kedepan. Dan ini adalah tahun aku bisa mendapat hak pilihku. 

Oke langsung aja postingannya. 

Dalam postingan ini aku hanya akan membahas apa yang diharapkan oleh rakyat kepada pemimpin yang menjabat untuk masa jabatan berikutnya. 

Kota Malang ini sudah banyak barubah. Bagi orang Malang asli pasti kalian akan sangat merasakan bagaimana drastisnya perubahan kota dingin ini. Mulai dari tidak dinginnya Kota Malang hingga banyaknya ruko yang dibangun. 

Saya sendiri sebagai orang Malang merasa sidikit terganggu dengan pembangunan besar-besaran. Kalau kalian tau, IjenNirwana yang sekarang akan dibangun perumahan mewah tersebut dulunya adalah sekolah pertanian dan sebagai lahan tadah hujan terbesar di Kota Malang.

Harapannya sih bagi calon walikota dan wakil walikota bisa merubah kebiasaan dulu yang sangat mengganggu. Kebiasaan itu adalah membangun mall dimana-mana dan ruko dimana-mana. 

Sebagai mahasiswa dan juga pelajar kami sangat membutuhkan fasilitas belajar yang mendukung. Seperti taman baca, lokasi wifi yang besar dan juga banyaknya ruang hijau yang bisa kami pakai untuk belajar. Sebagai warga kota Malang, saya juga berharap menghentikan pembangunan mall-mall itu. Bila mereka ingin membangun mall harusnya mereka sedikit memikirkan bagaimana dampaknya. 

Bagi para pelajar, dampaknya mereka akan sedikit terganggung dengan adanya mall-mall di tengah kota. Bila mereka ingin membangunnya, mereka harusnya membangun di pinggiran kota dan tengah kota diperbanyak ruang hijau. 

Bagi para pedagang kecil mereka merasa terpinggirkan. Seperti contohnya, pembangunan mall di daerah dinoyo. Para pedagang pasar Dinoyo merasa kehilangan tempat mereka mencari nafkah. Selain itu, itu akan menambah macet di daerah Dinoyo. 

Saya juga berharap kalian memilih dengan selektif. Bukan memilih istri dari walikota yang akan mengakhiri masa jabatan. Kenapa setelah walikota sekarang yang mencalonkan istrinya? Itu sedikit tidak fair. Kalau saya pikir, istrinya pasti hanya akan menjadi wayang dan dalangnya adalah suaminya. 

Selain itu salah satu dari calon wakil walikota, anaknya terjerat kasus narkoba. Bagaimana bisa kita memilih seorang pemimpin bila dia memimpin anaknya sendiri tidak bisa? Bagaimana menurut kalian? 

Itu hanya beberapa aspirasi yang ingin saya tulis dalam blog ini. Bagi yang membaca blog ini dan memiliki pemikiran yang berbeda silahkan tulis di komentar :) 

Aneh lagi


Masih menyempatkan sedikit waktu untuk mosting yang semua waktunya tercurah untuk ngoding. 

Sepertinya pulang kuliah aku sedikit mabuk atau ngantuk aku juga tidak tau. Tapi sepertinya tadi itu aku melihat seseorang yang ingin kulihat. Di jalan mau pulang, dia menggunkan helm, jacket, dan helm yang berbeda dari yang biasa dia pakai. Tetapi aku bisa menetahuinya dari tas dan sepatu yang dia pakai.

Entah apa yang aku pikirkan tadi atau aku yang terlalu memikirkan kapan lagi aku bisa bertemu dengan dia. Tapi sekilas ketika aku mendahuluinya seperti iya dan seperti bukan. Dan itu sedikit ehhmmm mengerikan. 

Sudahlah beberapa hari ini postinganku jelek. 

Aneh


Hallo, aku sudah membuka lyar blog ini satu jam yang lalu, tetapi masih belum ada ide yang muncul. Aku masih bingung kalimat apa yang akan aku tulis untuk postingan kali ini. Jadi aku memustuskan untuk menulis apa yang ada di otakku. 

Kalau bisa aku ingin TERIAK sekerasnya kalau "AKU INGIN KETEMU". Bener-bener nyesek. Tapi gak tau ini siapa yang aku tuju. Dikepala itu ada beberapa orang yang aku inginnn sekali bertemu. Selain nenek dari pihak ibu, kakaknya ibu ada juga dia yang jauh disana masuk dalam daftar. Dan itu buat frustasi. 

Jadi apa yang aku tulis sekarang adalah apa yang ada dikepalaku. Dan ini aahh aneh. Dan kalau saja dia menemukan blog ini aku harap ehhmm LUPAKAN. 

Sudahlah postingan macam apa ini!!!!!
Copyright 2009 What's up with Bindi's brain? . All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates