Hallo, postingan khusus ini untuk tanggal 23 Mei. Kalian tidak tau ada apa dengan tanggal itu? Itu tanggal dimana kita harus memilih walikota dan wakilnya untuk masa jabatan 5 tahun kedepan. Dan ini adalah tahun aku bisa mendapat hak pilihku.
Oke langsung aja postingannya.
Dalam postingan ini aku hanya akan membahas apa yang diharapkan oleh rakyat kepada pemimpin yang menjabat untuk masa jabatan berikutnya.
Kota Malang ini sudah banyak barubah. Bagi orang Malang asli pasti kalian akan sangat merasakan bagaimana drastisnya perubahan kota dingin ini. Mulai dari tidak dinginnya Kota Malang hingga banyaknya ruko yang dibangun.
Saya sendiri sebagai orang Malang merasa sidikit terganggu dengan pembangunan besar-besaran. Kalau kalian tau, IjenNirwana yang sekarang akan dibangun perumahan mewah tersebut dulunya adalah sekolah pertanian dan sebagai lahan tadah hujan terbesar di Kota Malang.
Harapannya sih bagi calon walikota dan wakil walikota bisa merubah kebiasaan dulu yang sangat mengganggu. Kebiasaan itu adalah membangun mall dimana-mana dan ruko dimana-mana.
Sebagai mahasiswa dan juga pelajar kami sangat membutuhkan fasilitas belajar yang mendukung. Seperti taman baca, lokasi wifi yang besar dan juga banyaknya ruang hijau yang bisa kami pakai untuk belajar. Sebagai warga kota Malang, saya juga berharap menghentikan pembangunan mall-mall itu. Bila mereka ingin membangun mall harusnya mereka sedikit memikirkan bagaimana dampaknya.
Bagi para pelajar, dampaknya mereka akan sedikit terganggung dengan adanya mall-mall di tengah kota. Bila mereka ingin membangunnya, mereka harusnya membangun di pinggiran kota dan tengah kota diperbanyak ruang hijau.
Bagi para pedagang kecil mereka merasa terpinggirkan. Seperti contohnya, pembangunan mall di daerah dinoyo. Para pedagang pasar Dinoyo merasa kehilangan tempat mereka mencari nafkah. Selain itu, itu akan menambah macet di daerah Dinoyo.
Saya juga berharap kalian memilih dengan selektif. Bukan memilih istri dari walikota yang akan mengakhiri masa jabatan. Kenapa setelah walikota sekarang yang mencalonkan istrinya? Itu sedikit tidak fair. Kalau saya pikir, istrinya pasti hanya akan menjadi wayang dan dalangnya adalah suaminya.
Selain itu salah satu dari calon wakil walikota, anaknya terjerat kasus narkoba. Bagaimana bisa kita memilih seorang pemimpin bila dia memimpin anaknya sendiri tidak bisa? Bagaimana menurut kalian?
Itu hanya beberapa aspirasi yang ingin saya tulis dalam blog ini. Bagi yang membaca blog ini dan memiliki pemikiran yang berbeda silahkan tulis di komentar :)






